Astaga! Pria Ini Sebut Jokowi Badut saat Kenakan Pakaian Adat Baduy

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Jagat dihebohkan oleh aksi nekat netizen yang menghina Presiden RI, Joko Widodo. Seorang netizen itu menyebut Jokowi badut saat Presiden RI itu memakai baju adat Baduy dalam acara Sidang Tahunan MPR RI dan Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam rangka peringatan HUT Ke-76 RI, Senin 16 Agustus 2021.

Pria itu bernama Enggal Pamukty. Pria itu merupakan seorang aktivis dan menyebut Jokowi ‘badut’.

Ia mengkolasekan foto Jokowi dengan foto empat orang Baduy asli yang memakai baju adat Baduy. Di atas foto orang asli Baduy, ia menuliskan kata ‘Baduy’.

Kolase foto itu ia unggah melalui akun Twitter-nya @EnggalPamukty pada 16 Agustus 2021 pukul 09.21 WIB.

“Baduy jualan madu, badut jualan harga diri,” tulisnya.

Tangkapan layar unggahannya itu kini telah ramai tersebar di media sosial, dibagikan akun-akun lain.

Hingga kini, cuitan itu beloum dihapus oleh Enggal di akun Twitternya. Tak sedikit netizen mengecam pria itu lantaran dianggap menghina presiden Joko Widodo.

“Saya sakit hati bener klo pak Jokowi dihina, tolong dipenjarakan jangan dimaafkan…udah melampaui batas,” komentar akun @ayikkooswini.

“”Astaghfirullah.. Seorang presiden dihina kaya gitu,” kata akun susierahayu14.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini