Holding Ultramikro Perkuat Ekosistem Usaha

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Pembentukan induk usaha (holding) BUMN ultramikro (UMi) dinilai bakal memperkuat ekosistem usaha baik ultramikro maupun UMKM.

Analis Divisi Pemeringkatan Jasa Keuangan Pefindo Danan Dito mengatakan PT PNM dan PT Pegadaian sebagai anggota holding akan mendapatkan akses pendanaan dan permodalan yang lebih leluasa melalui sokongan dari PT BRI sebagai induk.

Dengan adanya sokongan dana tersebut, diharapkan keduanya mampu meningkatkan ekspansi usahanya dalam memberikan pembiayaan yang terjangkau kepada masyarakat khususnya di segmen ultramikro.

Terkait aksi korporasi rights issue, Danan menilai hal tersebut memang sejalan dengan rencana pemerintah menjadikan BRI sebagai induk yang membawahi PNM dan Pegadaian.

Dia menyebut nantinya pemerintah akan melakukan setoran modal nontunai dengan cara mengalihkan kepemilikan saham atas PNM dan Pegadaian ke BRI.

“Jadi dengan rights issue ini, pemerintah tetap dapat menjaga porsi kepemilikannya di BRI melalui setoran modal nontunai. BRI juga tetap dapat setoran modal dari pemegang saham lainnya,” katanya.

Selain PP No 73 Tahun 2021, rights issue BRI juga didasarkan pada ketentuan Keputusan Menteri Keuangan No.282/KMK.06/2021 tentang Penetapan Nilai Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham Perseroan PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk dan POJK No.32/POJK.04/2015 sebagaimana diubah dengan POJK No. 14/POJK.04/2019 tentang Perubahan atas POJK No.32/POJK.04/2015 tentang Penambahan Modal Perseroan Terbuka dengan Memberikan HMETD, dan ketentuan terkait lainnya.

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan pembentukan ekosistem usaha ultramikro melalui holding menyediakan layanan keuangan yang terintegrasi bagi para pengusaha di segmen tersebut.

“Pembentukan holding ultramikro ini juga tidak hanya dapat memberikan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi perseroan (BRI), Pegadaian, maupun PNM. Namun, juga bagi pelaku usaha yang termasuk dalam segmen ini,” ujarnya.

Dalam kaitan sinergi ekosistem UMi, nantinya ketiga entitas menawarkan pilihan produk keuangan yang lebih lengkap, menyiapkan beberapa titik co-location serta pemanfaatan yang lebih optimal yakni jaringan Agen BRILink sebagai channel ketiga entitas holding.

Selain itu, juga integrasi data untuk efisiensi bisnis, termasuk dalam konteks penyaluran program bantuan sosial. Hingga kuartal I 2021, BRI mencatat sekitar 458.358 Agen BRILink yang tersebar di seluruh penjuru Tanah Air. Dengan jumlah tersebut, target transaksi dari para laku pandai BRI itu mencapai Rp1.000 triliun pada tahun ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi untuk Ekonomi yang Lebih Sejahtera

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Transformasi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakinmenunjukkan arah yang jelas, yaitu dengan memperkuat nilai tambah sumber dayaalam melalui strategi hilirisasi. Kebijakan ini bukan sekadar agenda industrialisasibiasa, melainkan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.  Dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif, langkah pemerintahmempercepat hilirisasi menjadi salah satu strategi paling rasional untuk memastikankekayaan alam Indonesia benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk memperkuat peranPerusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai instrumen negara dalammengelola sumber daya mineral secara lebih terintegrasi. Langkah ini sangat penting mengingat selama bertahun-tahun Indonesia lebihbanyak mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah yang signifikan. Denganpenguatan Perminas, pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan mineral tidak lagi berhenti pada aktivitas eksplorasi dan penambangan, tetapi dilanjutkanhingga tahap pengolahan industri bernilai tinggi di dalam negeri. Presiden menekankan bahwa penguatan Perminas akan menjadi kunci bagiterciptanya pengelolaan sumber daya mineral yang lebih terpadu. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu berkembangmenjadi pusat produksi dan inovasi industri mineral di tingkat global. Langkah inisemakin relevan jika melihat tren investasi nasional. Data terbaru menunjukkanbahwa sektor hilirisasi menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen daritotal realisasi investasi nasional pada 2025. Angka tersebut mencerminkan bahwatransformasi ekonomi berbasis nilai tambah mulai memberikan dampak nyata bagipertumbuhan ekonomi. Selain penguatan kelembagaan, pemerintah juga mendorong pembangunaninfrastruktur industri melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah saat ini tengah menunggu persetujuan Presiden atas pembentukanenam KEK baru yang akan difokuskan pada industri berbasis energi dan manufakturberteknologi tinggi. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menjelaskan bahwa seluruh kajian teknis telah rampung dan kinimenunggu keputusan presiden. Ia mengatakan pihaknya sedang mengusulkan adaenam KEK baru yang akan diresmikan atau disetujui oleh Presiden. Keenamkawasan tersebut akan tersebar di berbagai wilayah strategis, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Fokus industrinya meliputi pengembangankendaraan listrik, smelter pengolahan mineral strategis seperti nikel, hinggapengembangan energi hijau. Strategi ini tidak hanya memperkuat hilirisasi, tetapijuga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Secara kinerja,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini