Belgia Nggak Main Jelek, tapi Italia Pantas Lolos

Baca Juga

MATA INDONESIA, MUENCHEN – Laju Belgia di Piala Eropa 2020 terhenti di perempatfinal. The Red Devils disebut tak main jelek. Tapi, Italia pantas lolos ke semifinal.

Belgia, yang saat ini menduduki peringkat satu dunia FIFA, takluk dengan skor 1-2 lawan Italia, Sabtu 3 Juli 2021 dini hari WIB di Allianz Arena.

Dua gol Italia yang bersarang di gawang Belgia dicetak Nicolo Barella dan Lorenzo Insigne. Sementara gol semata wayang tim besutan Roberto Martinez dicetak Romelu Lukaku.

Berdasarkan statistik, Belgia punya rekor buruk lawan Azzurri di Piala Eropa. Tiga dari lima kekalahan mereka di Piala Eropa terjadi lawan Italia.

Kiper Belgia, Thibaut Courtois menyebut timnya tak tampil buruk di laga ini. Hanya saja, ada beberapa peluang yang tercipta gagal dimanfaatkan menjadi gol.

“Hasil ini sulit diterima, tapi kami tahu akan menjalani pertandingan berat (lawan Italia). Kami punya dua peluang bagus mencetak gol, tapi kiper mereka melakukan penyelamatan bagus,” ujar Courtois, di laman resmi Piala Eropa.

“Saya pikir kami terlalu mudah kebobolan di gol pertama. Harusnya hasil akhir bisa sebaliknya. Tapi Italia memang pantas menang,” katanya.

Dengan skuat disebut-sebut generasi emas, Belgia kembali gagal meraih prestasi maksimal di turnamen mayor seperti Piala Eropa dan Piala Dunia. Di Piala Dunia 2018, Eden Hazard dkk. finis sebagai peringkat tiga.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini