Data dan Fakta Menarik Italia vs Belgia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTAItalia melaju ke semifinal Piala Eropa 2020 usai menaklukkan Belgia. Berikut data dan fakta yang tercipta usai pertandingan.

Italia melaju ke semifinal usai menundukkan Belgia 2-1 di Allianz Arena, Sabtu 3 Juli 2021. Dua gol Gli Azzurri dicetak Nicollo Barella dan Lorenzo Insigne. Gol balasan Belgia dicetak Romelu Lukaku.

Italia mengukir rekor baru di Piala Eropa. Mereka mencatatkan kemenangan beruntun terpanjang, termasuk babak kualifikasi, dalam 15 pertandingan. Tim asuhan Roberto Mancini memecahkan catatan kemenangan beruntun Belgia dan Jerman dengan 14 laga.

Berikut beberapa data dan fakta Italia vs Belgia:

1. Nicolo Barella mencetak enam gol untuk Italia. Uniknya, Italia selalu menang saat pemain Inter Milan itu mencetak gol.

2. Italia memenangkan 13 laga internasional terakhir mereka dan tak terkalahkan dalam 32 pertandingan. Kekalahan terakhir Italia adalah lawan Portugal di 2018.

3. Lima kemenangan beruntun di Piala Eropa 2020 adalah yang terbaik diciptakan Italia. Mereka menyamai Prancis, Belanda, dan Ceko.

4. Italia sudah mengemas 11 gol di Piala Eropa 2020. Ini adalah pertama kalinya Italia mencetak gol dua digit.

5. Italia tak terkalahkan lawan Belgia di lima pertemuan terakhir dengan rincian empat kemenangan dan satu imbang.

6. Italita tak pernah kebobolan lebih dari satu go dalam 35 pertandingan internasional terakhir.

7. Tiga dari lima kekalahan Belgia di Piala Eropa terjadi lawan Italia.

8. Romelu Lukaku sudah mencetak enam gol di Piala Eropa. Tak ada pemain The Red Devils lain yang mencetak lebih dari dua gol.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini