Kondisi Masyarakat Indonesia Dikhawatirkan Picu Tsunami Covid19

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Banyak orang yang paham dengan kondisi Covid19 di Indonesia sekarang justru khawatir akan berubah menjadi tsunami Covid seperti di India karena masih banyak masyarakat yang tidak paham dengan pandemi Covid19 ini.

Kekhawatiran itu diungkapkan dokter relawan Covid19, dr. Muhammad Fajri Addai melalui pesan yang dilihat Mata Indonesia News, Sabtu 26 Juni 2021.

“Kondisi sedang genting sementara masih banyak warga yang salah paham terhadap Covid19,” ujar Fajri

Kesalah-pahaman itu yang sering ditemui Fajri adalah dalam bentuk ketidakpercayaan terhadap Virus SARS-Cov-2 dan Covid19.

Mereka menyatakan penyakit itu tidak ada dan menyamakannya dengan flu biasa sehingga mereka curiga Covid19 adalah rekayasa untuk bisnis kalangan tertentu.

Kondisi itulah yang menurut Fajri membuat pandemi Covid19 sulit hilang dari Indonesia karena setiap libur panjang selalu terjadi lonjakan kasus akibat masyarakat abai protokol kesehatan saat liburan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini