Tempat Wisata Jatim Dibatasi 25 Persen saat Libur Idul Fitri

Baca Juga

MATA INDONESIA, SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) memberi batasan kapasitas maksimum bagi tempat wisata sebesar 25 persen saat libur Idul Fitri. Hal ini dikemukakan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Tujuannya, untuk menghindari penularan Covid-19.

“Kami sudah mendiskusikan dengan Pak Pangdam, Pak Kapolda bahwa kapasitas 25 persen saja untuk seluruh tempat wisata,” kata Khofifah, Rabu 12 Mei 2021.

Pembatasan akan dilakukan dengan melihat jumlah tiket yang terjual dari total seluruh kapasitas. Jika kapasitas terpenuhi petugas akan melakukan penyekatan di titik-titk tertentu.

“Nanti akan dilakukan pemutaran kendaraan,” kata Khofifah.

Sementara itu mantan Menteri Sosial RI ini mengharapkan supaya semua pihak bisa mengendalikan pergerakan masyarakat. Mengingat, sektor pariwisata selalu erat kaitannya dengan perayaan Idul Fitri.

“Begitu juga di tingkat desa, seperti Babinsa, Babinkamtibmas harus bersinergi untuk mengendalikan mobilitas masyarakat,” kata Khofifah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini