Wajib Tahu! Ini Sederet Jenis Kurma Paling Favorit Beserta Harganya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Jelang bula suci Ramadan, buah kurma menjadi primadona yang haru selalu ada saat sahur maupun berbuka. Memakan kurma pun juga sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

Namun, tahukah kamu kalau kurma tak hanya memiliki satu jenis? Ada beragam jenis kurma yang menjadi favorit banyak masyarakat Timur Tengah, khususnya di bulan Ramadan ini lho!

Biar menjadi inspirasi kamu saat membelinya, yuk simak sederet jenis kurma paling favorit beserta harganya.

1. Kurma Mazafati

Kurma pertama ialah mazafati. Kurma ini memiliki bentuk yang oval berukuran sedang dan warnanya yang lebih gelap dari kurma biasa.

Kurma mazafati tumbuh di sekitaran Kerman, Iran dan memiliki rasa yang manis dan segar. Tak hanya itu, kurma mazafati bisa bertahan dalam waktu cukup lama. Harga kurma ini kisaran 37 ribu Rupiah per 600 gramnya.

2. Kurma Sekki

Selanjutnya ada kurma sekki. Jika jenis mazafati lebih gelap, kurma sekki justru memiliki warna yang lebih kuning dan terang.

Rasa kurma ini tak semanis kurma pada umumnya. Teksturnya pun agak keras, tetapi buahnya empuk saat dimakan. Dilihat di e-commarce, kurma sekki ini berkisar 130 ribu untuk 3 kilogram.

3. Kurma Safawi

Selain jenis-jenis di atas, kurma safawi juga cukup populer dan digemari masyarakat. Ada banyak manfaat yang bisa kamu dapatkan ketika menyantapnya. Seratnya tinggi, sehingga bisa melancarkan sistem pencernaan secara optimal.

Kurma safawi memiliki bentuk oval dan sedikit ramping. Warna buah ini juga lebih pekat gelap dibanding kurma sekki. Nah, untuk harganya, kurma safawi dibanderol sekitar 75 ribu Rupiah untuk 500 gram.

4. Kurma Ajwa

Satu lagi yang sangat populer dan disukai masyarakat Timur Tengah ialah kurma ajwa. Jenis kurma ini juga disebut sebagai kurma Nabi karena sering dikonsumsi oleh Rasulullah SAW.

Kurma ini dianggap sangat spesial, sebab dalam sebuah hadis disebutkan Rasulullah berkata, “Barang siapa mengonsumsi tujuh butir kurma ajwa pada pagi hari, maka hari itu ia tidak akan terkena racun maupun sihir,” (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Kurma ini pun memiliki bentuk yang lebih kecil dengan warna hitam pekat. Rasanya pun mirip seperti kismis dan tidak terlalu manis.

Meski begitu, harga kurma ini terbilang cukup mahal. Untuk satu kilogram saja, kurma ajwa dibanderol hingga 200 ribu Rupiah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dimethyl Ether dan Transformasi Ketahanan Energi Indonesia

Oleh : Ricky Rinaldi *)Ketahanan energi menjadi salah satu isu strategis yang menentukan arahpembangunan nasional di tengah dinamika global yang terus berubah. Ketergantungan terhadap energi impor, fluktuasi harga komoditas internasional, serta meningkatnya kebutuhan energi domestik menuntut Indonesia untukmelakukan transformasi kebijakan secara menyeluruh. Dalam konteks tersebut, pengembangan Dimethyl Ether (DME) menjadi salah satu langkah penting dalammemperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantunganterhadap impor LPG.DME dipandang sebagai alternatif energi yang memiliki potensi besar untukmendukung kebutuhan rumah tangga dan industri. Pemanfaatan sumber dayadomestik untuk produksi DME membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuatkemandirian energi. Dengan cadangan batu bara yang melimpah serta potensihilirisasi energi yang besar, pengembangan DME menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun sistem energi yang lebih berkelanjutan.Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketahanan energi harus dibangunmelalui pemanfaatan sumber daya nasional secara optimal. Indonesia tidak dapatterus bergantung pada impor energi yang rentan terhadap gejolak global. Oleh karena itu, transformasi sektor energi menjadi prioritas untuk memastikan kebutuhanmasyarakat dapat terpenuhi secara stabil dan berkelanjutan.Pengembangan DME juga menjadi bagian dari agenda hilirisasi industri nasional. Selama ini, sumber daya alam Indonesia banyak diekspor dalam bentuk bahanmentah tanpa memberikan nilai tambah maksimal di dalam negeri. Melalui hilirisasi, komoditas domestik dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi yang mendukungkebutuhan nasional sekaligus membuka peluang ekonomi baru.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menekankan bahwatransformasi energi harus diarahkan pada penguatan kemandirian nasional. Pengembangan DME tidak hanya bertujuan mengurangi impor LPG, tetapi juga memperkuat industri dalam negeri dan menciptakan lapangan kerja baru. Denganpendekatan yang terintegrasi, sektor energi dapat menjadi motor pertumbuhanekonomi nasional.Salah satu keuntungan utama pengembangan DME adalah potensi penghematandevisa negara. Selama ini, impor LPG menjadi salah satu komponen besar dalampengeluaran energi nasional. Dengan memanfaatkan DME sebagai substitusi, ketergantungan terhadap impor dapat dikurangi secara bertahap. Langkah inimemberikan ruang fiskal yang lebih besar bagi pemerintah untuk mendukung sektorstrategis lainnya.Selain aspek ekonomi, pengembangan DME juga memiliki dampak strategisterhadap stabilitas pasokan energi. Ketika dunia menghadapi ketidakpastiangeopolitik dan fluktuasi harga energi, negara yang memiliki sumber energi domestikyang kuat akan lebih siap menghadapi tekanan global. Dengan memperkuatproduksi energi dalam negeri,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini