Inter Menang Enam Kali Beruntun, Kandidat Kuat Scudetto?

Baca Juga

MATA INDONESIA, PARMA – Inter Milan terus melaju di kompetisi Serie A dengan mencatatkan enam kemenangan beruntun. Nerazzurri mulai disebut sebagai kandidat kuat Scudetto.

Inter meneruskan tren positif dengan meraih kemenangan 2-1 atas Parma, Jumat 5 Maret 2021 dini hari WIB. Dua gol La Beneamata diborong Alexis Sanchez, sedangkan gol tunggal Parma dicetak Hernani.

Ini merupakan kemenangan keenam beruntun yang dicatatkan Inter. Saat ini Romelu Lukaku dkk. kokoh di puncak klasemen mengemas 59 poin, unggul enam poin dari AC Milan di posisi kedua.

Dengan penampilan yang mulai konsisten, Inter dijagokan banyak pihak sebagai kandidat kuat Scudetto, memutus dominasi Juventus dalam sembilan tahun terakhir.

Pelatih Antonio Conte menyebut, anak asuhnya dalam posisi bagus untuk memenangkan Scudetto. Tapi, Conte tak ingin jemawa karena kapan saja timnya bisa kehilangan poin.

“Kami dalam posisi bagus, jelas ada peningkatan dibandingkan musim lalu. Tapi kami juga tahu setiap pertandingan adalah pertarungan keras dan kami bisa kehilangan poin melawan siapa pun. Itu sebabnya kami tak boleh merendahkan lawan,” ujar Conte, dikutip dari Football Italia, Jumat 5 Maret 2021.

“Kami ingin melakukan yang terbaik. Jika artinya kami tetap di posisi ini di akhir musim, kami akan merasa bahagia dan bangga, karena artinya kami mencatatkan langkah besar dalam waktu relatif singkat,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini