Kabar Baik Ni! Tiga Jenis Sayuran Ini Bisa Hidup di Luar Angkasa

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Saat ini sudah banyak inovasi untuk mengembangbiakan tanaman selain menggunakan media tanah. Bahkan beberapa sayuran sudah bisa ditanam melalui media air, arang, hidroton, atau serat kayu.

Nah, terbaru, ada beberapa jenis tanaman sayur berhasil di tanam di luar angkasa. Seperti apa perkembangannya dan apa rahasiannya?

Para astronaut dan peneliti dari NASA, tepatnya di Stasiun Angkasa Luar Internasional (ISS) telah menanam sayura disana. Selama hidup di ISS, para astronaut ini juga butuh makanan. Nah, kalau hanya mengandalkan bekal, tentu dikhawatirkan bisa habis.

Karena alasan inilah para astronaut ini mengembangkan pertanian sayur di pesawat luar angkasa. Diharapkan, hal ini bisa membantu persediaan makanan untuk misi perjalanan luar angkasa yang lebih jauh, seperti ke Mars, misalnya.

Lalu sayuran apa saja yang sudah berhasil ditanam di luar angkasa? Berikut adalah daftar-daftarnya!

  1. Lobak

Astronaut NASA Kate Rubins menunjukkan lobak yang berhasil dia panen di Advanced Plat Habitat (APH), ISS, pada Desember 2020. Lobak yang dipanen ini kemudian diberi nama Plant Habitat-02 (PH-02). Menurut keterangan Rubins, itu adalah kali pertama lobak dipanen di luar angkasa.

Lobak jadi sayuran yang dipilih untuk ditanam di luar angkasa karena usia panennya yang cenderung singkat, yakni hanya 27 hari. Cara menanamnya juga nggak ribet.

  1. Kubis

Pada 2017 lalu, juga di ISS, astronaut Peggy Whitson berhasil memanen kubis Jepang (Tokyo Bekana). Sayuran ini dianggap bisa jadi solusi asupan serat bagi para astronaut yang bosan dengan makanan kalengan selama tinggal di sana.

  1. selada dan Mustard

Awal Februari 2021 ini, astronaut NASA Mike Hopkins berhasil melakukan transplantasi sayuran berupa mustard dan selada. Dia menanam Mustard Greens di media tanah liat yang diberi pupuk. Untuk selada, medianya hanya tanah liat yang nggak diberi pupuk.

Jenis selada yang tumbuh dengan baik meski lambat adalah Romain merah serta Dragoon Lettuce. Hopkins menyebut, ada juga sayuran pok choi yang sedang menunggu untuk dipanen.

Sayuran-sayuran ini bisa diolah sedemikian rupa agar bisa dikonsumsi para astronaut. Sebagai contoh, mustard dan selada yang baru-baru ini dipanen kabarnya sangat nikmat untuk dijadikan salad.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini