MU Nggak Mau Hanya Bergantung pada Fernandes

Baca Juga

MATA INDONESIA, MANCHESTER – Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer tak ingin timnya hanya bergantung pada Bruno Fernandes dalam urusan mencetak gol. Dia meminta pemain depan Setan Merah lebih ‘haus’ gol.

MU akan menjamu Newcastle United dalam lanjutan Liga Premier Inggris, Senin 22 Februari 2021 dini hari WIB di Old Trafford. Sejak kedatangan Fernandes pada Januari 2020, penampilan berubah drastis.

Musim ini saja, Fernandes sudah mengemas 21 gol dimana lima di antaranya dicetak dalam lima laga terakhir. Ketergatungan MU pada pemain asal Portugal itu mulai terasa. Ketika Fernandes sedang off-form, MU kesulitan mencetak gol.

Solskjaer meminta para penyerang MU lainnya lebih rajin mencetak gol. Anthony Martial baru mencetak tujuh gol dibandingkan 23 gol musim lalu, Mason Greenwood mengemas empat gol dibandingkan 18 gol musim lalu. Sementara Marcus Rashford sudah mencetak 17 gol, tapi dalam 14 laga terakhir, dia hanya mencetak tiga gol.

“Kami adalah tim paling banyak mencetak gol di Liga Premier Inggris (50), jadi kami berusaha membuat para pemain depan lebih garang lagi mencetak gol. Mason, Anthony, dan Marcus, penyerang yang musim lalu mencetak banyak gol, belum mampu mengulangi jumlah gol yang sama,” ujar Solskjaer, dikutip dari Daily Mail, Minggu 21 Februari 2021.

“Saya melihat sisi positifnya, karena ketika mereka mulai mencetak gol, maka kami akan menjadi tim yang lebih baik dan hasil akhir akan terus meningkat. Permasalahan mereka hanya dalam penyelesaian akhir. Kami banyak menciptakan banyak peluang. Mencetak gol pertama adalah hal penting dalam setiap pertandingan,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini