11 Drama Korea Populer Hasil Adaptasi Negara Asing

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Drama Korea menjadi cerita yang menarik perhatian banyak orang. Tidak sedikit drama yang mendapat penghargaan. Terdapat beberapa drama Korea yang merupakan hasil adaptasi dari negara asing.

Berikut 11 drama Korea hasil adaptasi negara asing.

  • Good Doctor

Good Doctor dibintangi oleh Joo Won dan Moon Chae Young. Drama ini tayang pada tahun 2013, diangkat menjadi film series di Amerika dengan judul The Good Doctor yang tayang pada tahun 2017.

Dalam versi Amerikanya, serial ini dibintangi oleh Freddie Highmore. Jepang juga mengadaptasi drama Korea ini dengan judul yang sama, yaitu Good Doctor, dibintangi oleh Yamazaki Kento dan tayang tahun 2018.

Drama ini bercerita tentang seorang dokter yang autis tapi jenius yang ingin menjadi dokter bedah anak. Ia memiliki kemampuan yang luar biasa, namun karena autisnya, ia kesulitan mendapatkan pekerjaan. Akhirnya, ia diberikan masa percobaan selama 6 bulan. Ia mengalami banyak kesulitan dengan rekan kerja dan pasiennya karena masalah emosional yang ia miliki.

  • Criminal Minds

Criminal Minds tayang sejak Juli hingga September 2017. Drama ini diadaptasi dari serial Amerika Serikat dengan judul yang sama. Versi asli Criminal Minds terdiri dari 14 musim dengan kisaran 15 hingga 24 episode per musimnya, sedangkan versi Korea hanya memiliki 1 musim dengan 20 episode.

Terdapat 6 pemeran utama di drama ini, yaitu Lee Joon Gi memerankan tokoh Derek Morgan versi Korea dengan nama Kim Hyun Joon. Sedangkan Son Hyun Joo sebagai Kang Ki Hyung, Moon Chae Won sebagai Ha Sun Woo, Yoo Sun sebagai Nana Hwang, Lee Sun Bin sebagai Yoo Min Young serta Go Yoon sebagai Lee Han.

Selain di Korea Selatan, drama ini juga tayang di Vietnam melalui saluran VTC5 tvBlue, Malaysia di saluran 8TV dan juga di negara-negara Asia Tenggara lainnya melalui saluran tvN Asia.

  • Entourage

Entourage tayang sejak November hingga Desember 2016 di TvN. Drama ini berdasarkan serial Amerika Serikat dengan judul yang sama. Versi asli Entourage terdiri dari 8 musim dengan kisaran 8 hingga 20 episode per musimnya, sedangkan versi Koreanya terdiri dari 1 musim dengan total 16 episode.

Drama ini dibintangi oleh Cho Jin Woong, Seo Kang Joon, Lee Kwang Soo, Park Jung Min dan Lee Dong Hwi. Entourage bercerita tentang drama kehidupan di dunia hiburan dan mengusung genre black comedy.

Drama ini juga banyak sekali menghadirkan cameo dari beberapa artis, mulai dari penyanyi, pemain film, hingga komedian. Drama ini tayang di Hong Kong, Singapura, Taiwan, Malaysia, Indonesia, Thailand, Filipina, Kamboja, Myanmar dan Australia melalui saluran tvN Asia. Sedangkan di Cina, drama ini tayang secara online di Tencent Video, dan tayang di Jepang melalui saluran Mnet.

  • Family Secrets

Drama Family Secret ini tayang sejak Oktober 2014 hingga April 2015. Family Secret merupakan drama yang diadaptasi dari serial Chili berjudul Dónde está Elisa?. Versi aslinya terdiri dari 112 episode, sedangkan versi Koreanya terdiri dari 103 episode.

Selain Korea Selatan, negara lain seperti Amerika Serikat, Turki, Indonesia, Filipina, dan India juga pernah membuat ulang serial ini. Drama Family Secret yang dibintangi oleh Shin Eun Kyung, Kim Seung Soo, Cha Hwa Yeon dan Ryu Tae Joon.

Drama ini mengusung genre thriller dan misteri. Drama ini menceritakan hilangnya tokoh yang diperankan oleh Ryu Hyo Yeong yang merupakan anak dari Shin Eun Kyung sesaat sebelum acara pertunangannya dan akhirnya mengungkapkan rahasia dari keluarga besar mereka.

  • Less Than Evil

Korea membuat ulang serial Inggris berjudul Luther dengan judul yang berbeda yaitu Less Than Evil. Drama ini tayang sejak Desember 2018 hingga Januari 2019 dengan total 32 episode. Sedangkan serial Luther sendiri terdiri dari 5 musim dengan total 50 episode.

Drama ini dibintangi oleh Shin Ha Kyun sebagai Woo Tae Suk. Ia merupakan John Luther versi Korea. Selain itu, drama ini juga dibintangi oleh aktris rookie yaitu Lee Seol. Drama ini berhasil masuk ke dalam 8 nominasi di ajang penghargaan MBC Drama Awards pada tahun 2018 dan memenangkan setengah pialanya termasuk nominasi Best New Actress yang dimenangkan oleh Lee Seol.

  • Life on Mars

Life on Mars diadaptasi dari serial Inggris dengan judul yang sama. Drama ini tayang di saluran OCN sejak Juni hingga Agustus 2018. Versi asli dan Korea drama ini terdiri dari 2 musim dengan 8 episode di setiap musimnya.

Drama ini dibintangi oleh Jung Kyung Ho, Park Sung Woong, Go Ah Sung, Oh Dae Hwan dan Noh Jong Hyun. Drama ini masuk ke 3 nominasi di 2 ajang penghargaan yaitu APAN Star Awards yang ke-6 dan The Seoul Awards yang ke-2. Go Ah Sung berhasil memenangkan nominasi Excellence Award, Actress in a Miniseries.

  • Mistress

Drama OCN mengadaptasi serial Inggris dengan judul yang sama, yaitu Mistress. Drama ini tayang sejak April hingga Juni 2018. Berbeda dengan versi aslinya yang terdiri dari 3 musim dan total 16 episode, versi Korea ini hanya terdiri dari 1 musim dan total 12 episode.

Drama ini dibintangi oleh Han Ga In, Shin Hyun Bin, Choi Hee Seo dan Goo Jae Yee. Drama ini mengisahkan cerita 4 wanita di usia 30-an dengan hubungan masing-masing mereka yang rumit.

  • Suits

Suits adalah drama hukum yang diadaptasi dari serial Amerika Serikat dengan judul yang sama. Drama ini tayang sejak April hingga Juni 2018 di saluran KBS2. Versi aslinya yang tayang sejak tahun 2011 terdiri dari 8 musim dan total 124 episode dengan kisaran 12 hingga 16 episode per musimnya. Versi Koreanya sendiri terdiri dari 1 musim dan 16 episode.

Drama ini dibintangi oleh Park Hyung Sik dan Jang Dong Gun. Drama ini juga tayang di Malaysia melalui saluran 8TV ini masuk ke 11 nominasi di 4 ajang penghargaan berbeda yaitu Korea Drama Awards yang ke-11, APAN Star Awards ke-6, The Seoul Awards ke-2 dan KBS Drama Awards pada tahun 2018. Selain itu, drama ini berhasil memenangkan 3 piala yang masing-masing diterima oleh Jang Dong Gun, Park Hyung Sik dan Chae Jung An.

  • The Good Wife

Drama The Good Wife adalah drama yang diadaptasi dari serial Amerika Serikat dengan judul yang sama. Drama ini tayang di tvN sejak Juli hingga Agustus 2016 dengan total 16 episode.

Berbeda dengan versi aslinya, drama ini terdiri dari 7 musim dan total 156 episode dengan kisaran 22-23 episode di setiap musimnya. Drama ini dibintangi oleh Jeon Do Yeon, Yoo Ji Tae, Yoon Kye Sang dan Nana After School.

The Good Wife masuk ke 4 nominasi di 5 ajang penghargaan berbeda yaitu APAN Star Awards ke-5, Korea Drama Awards ke-9, Asia Artist Awards yang pertama, Baeksang Arts Awards ke-59 dan Cable TV Broadcasting Awards ke-11. Selain itu, drama ini berhasil membawa pulang 2 piala yang masing-masing diterima oleh Yoo Ji Tae dan Nana After School.

  • The World of the Married
Drakor ‘The World of Married’ (Foto: Istimewa)

Drama bertema konflik keluarga ini diadaptasi dari serial Inggris berjudul Doctor Foster yang tayang di saluran TV BBC One pada tahun 2015. Doctor Foster yang dinilai sangat fenomenal tersebut kini telah dibuat ulang di Rusia dan Perancis, sementara versi Inggrisnya telah dijual ke lebih dari 225 wilayah.

Doctor Foster ditulis oleh Mike Bartlett. Drama ini menceritakan tentang dokter bernama Gemma Foster yang hidupnya mulai kacau ketika ia mencurigai suaminya berselingkuh. The World of the Married bercerita tentang pasangan menikah yang kehidupan rumah tangganya mulai berantakan karena sebuah pengkhianatan.

Aktris veteran Kim Hee Ae memerankan karakter Ji Sun Woo yang terlahir dari keluarga seorang dokter. Jin Sun Woo menikah dengan Lee Tae Oh dan mereka memiliki seorang anak laki-laki.

Ji Sun Woo menjalani kehidupan yang tampaknya sempurna dengan keluarga yang damai, cinta suaminya yang tidak berubah dan putra yang baik. Ketika keretakan mulai terbentuk dalam kebahagiaannya, hidupnya mulai berubah.

Lee Tae Oh bermimpi menjadi seorang sutradara film terkenal. Ia menjalankan sebuah bisnis hiburan dengan bantuan istrinya, Jin Sun Woo. Meski Lee Tae Oh mencintai istrinya, dia jatuh ke sebuah hubungan yang berbahaya.

  • Boys Over Flowers

Boys Over Flowers ditayangkan pada 2009. Drama ini merupakan adaptasi dari drama produksi Taiwan, Meteor Garden. Drama ini dibintangi oleh Lee Min Ho, Koo Hye Sun, Kim Hyun Joong dan Kim Bum, Kim Joon.

Ceritanya bermula dari sosok Geum Jan Di, seorang gadis dari keluarga biasa pemilik usaha laundry. Saat Jan Di mengantarkan laundry, ia mendapati seorang siswa SMA hendak bunuh diri. Jan Di pun mencegahnya.

SMA Shin Hwa adalah sekolah elite di Korea Selatan. Tindakan Jan Di menyelamatkan siswa tersebut menarik perhatian public. Untuk meredam kemarahan publik, pihak SMA Shin Hwa menawari Jan Di untuk bersekolah di sana.

Jan Di awalnya menolak. Namun karena desakan orangtuanya, ia akhirnya menerimanya. Jan Di akhirnya mulai sekolah di SMA Shin Hwa, ia berusaha menghindari F4 dan tidak ingin berurusan dengan mereka.

F4 adalah geng anak-anak paling kaya dan paling berkuasa di sekolah Shin hwa. Anggotanya terdiri dari Gu Jun Pyo (Lee Min Ho), Yoon Ji Hoo (Kim Hyun Joong), So Yi Jung (Kim Bum), dan Song Woo Bin (Kim Joon).

Kebiasaan buruk geng ini adalah sering meneror siswa yang lemah atau tidak suka padanya menggunakan kekuasaan dan nama besar orangtua mereka. Meskipun sudah berusaha menghindari F4, Jan Di tidak bisa berdiam diri ketika Gu Jun Pyo menindas seorang siswa.

Ia menolong siswa yang ditindas dengan balik melemparkan es krim ke wajah Gu Jun Pyo. Gu Jun Pyo tidak bisa menerima dan marah. Ia lalu menyatakan perang kepada Geum Jan Di dan setiap hari selalu berusaha membuat gadis itu mendapat masalah di sekolah agar mau meminta maaf padanya. Namun semakin sering mengerjai Jan Di, Gu Jun Pyo malah semakin tertarik pada keberanian gadis itu.

Reporter : Ade Amalia Choerunisa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kepuasan Publik Jadi Indikator Apresiasi terhadap Pemerintahan Prabowo Gibran

Oleh: Fajar PradiptaKepuasan publik seharusnya tidak hanya dibaca sebagai angka statistik semata, tetapi sebagaicerminan nyata hubungan antara pemerintah dan rakyat yang perlu terus dijaga, bahkanditingkatkan. Dalam konteks pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, tingginya tingkat kepuasan masyarakat dapat dilihat sebagai bentuk apresiasi sekaligusharapan agar kinerja yang telah berjalan selama sekitar satu setengah tahun ini tetap konsistendan adaptif terhadap tantangan zaman. Dengan capaian kepercayaan publik yang menyentuhangka 75,1 persen, publik seolah memberikan sinyal bahwa arah kebijakan pemerintah saatini berada di jalur yang cukup tepat, meskipun tetap membutuhkan evaluasi berkelanjutan.Hasil survei nasional yang dirilis oleh Poltracking Indonesia menunjukkan bahwa tingkatkepuasan terhadap kinerja pemerintahan secara keseluruhan mencapai 74,1 persen. Sementara itu, secara personal, performa Prabowo Subianto sebagai presiden memperolehtingkat kepuasan sebesar 74,9 persen. Angka ini tidak berdiri sendiri, melainkanmerefleksikan persepsi publik terhadap berbagai program prioritas yang telah dijalankanselama setahun terakhir, termasuk upaya menjaga stabilitas ekonomi, penguatan sektorpangan, serta konsistensi dalam menjaga posisi Indonesia di tengah dinamika global yang semakin kompleks.Salah satu program yang paling banyak mendapat sorotan sekaligus apresiasi adalahkebijakan Makan Bergizi Gratis yang dinilai mampu menyentuh langsung kebutuhanmasyarakat. Program ini tidak hanya berfungsi sebagai intervensi sosial, tetapi juga menjadisimbol kehadiran negara dalam menjawab persoalan mendasar seperti gizi dan kesejahteraan. Sebanyak 23 persen responden dalam survei menyebut program ini sebagai kebijakan paling bermanfaat, sebuah angka yang menunjukkan bahwa kebijakan berbasis kebutuhan dasarmasih menjadi prioritas utama di mata publik. Keberhasilan ini juga melengkapi capaian lain pemerintah, seperti pengendalian inflasi pangan dan peningkatan akses bantuan sosial yang lebih merata.Peneliti utama Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi, mengungkapkan bahwa tingginyakepuasan publik tidak terlepas dari kontribusi program tersebut yang dinilai memberikandampak nyata. Ia melihat bahwa kebijakan yang bersifat langsung dan dirasakan masyarakatcenderung memiliki daya dorong lebih kuat terhadap persepsi positif publik. Hal ini menjadipelajaran penting bagi pemerintah bahwa efektivitas program tidak hanya diukur dari skala, tetapi juga dari sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakatluas.Lebih jauh, Masduri Amrawi juga menilai bahwa stabilitas tingkat kepuasan publik di tengahkondisi global yang penuh ketidakpastian merupakan capaian tersendiri. Dalam situasigeopolitik yang memanas dan tekanan ekonomi global yang fluktuatif, pemerintah dinilaimampu menjaga kepercayaan masyarakat melalui kebijakan yang relatif responsif danadaptif. Ini menunjukkan bahwa keberhasilan pemerintah tidak hanya diukur dari program unggulan semata, tetapi juga dari kemampuannya menjaga stabilitas dan rasa aman di tengahmasyarakat.Di sisi lain, survei yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia juga memberikangambaran penting terkait persepsi publik terhadap sistem demokrasi di Indonesia. Sebanyak73,9 persen responden menilai bahwa sistem politik nasional masih berjalan dalam koridordemokrasi. Angka ini menjadi indikator bahwa legitimasi demokrasi tetap terjaga, meskipunberbagai kritik dan dinamika politik terus berkembang di ruang publik.Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia, Djayadi Hanan, menilai bahwa kekuatandemokrasi Indonesia masih bertumpu pada mekanisme pemilu yang berjalan serta kebebasanmasyarakat dalam menyampaikan pendapat. Hal ini menjadi fondasi penting dalam menjagastabilitas politik nasional, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah. Dalam konteks satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, keberhasilan menjaga stabilitaspolitik ini menjadi salah satu faktor yang mendukung tingginya tingkat kepuasan masyarakat.Peneliti Poltracking lainnya, Yoki Alvetro, menjelaskan bahwa survei ini dilakukan denganmetode multistage random sampling yang melibatkan 1.220 responden. Dengan margin of error sebesar kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, hasil survei inidinilai cukup representatif dalam menggambarkan opini publik secara nasional. Pengumpulandata dilakukan melalui wawancara tatap muka pada periode 2 hingga 8 Maret 2026, yang kemudian diverifikasi secara ketat untuk memastikan validitas data.Dalam prosesnya, Yoki Alvetro menegaskan bahwa seluruh data yang masuk telah melaluitahap verifikasi menyeluruh di pusat data, bahkan sebagian sampel juga dilakukanpengecekan ulang sebagai bagian dari kontrol kualitas. Hasilnya menunjukkan tidak adanyakesalahan signifikan, sehingga temuan survei ini dapat dijadikan rujukan dalam membacatren persepsi publik terhadap kinerja pemerintah saat ini.Jika dilihat secara lebih luas, capaian tingkat kepuasan publik ini juga tidak lepas dariberbagai langkah strategis yang telah dilakukan pemerintah selama setahun terakhir. Selainprogram Makan Bergizi Gratis, pemerintah juga mendorong percepatan pembangunaninfrastruktur, digitalisasi layanan publik, serta penguatan sektor UMKM sebagai tulangpunggung ekonomi nasional. Upaya ini secara perlahan membentuk persepsi positif di tengahmasyarakat bahwa pemerintah hadir dan bekerja untuk kepentingan rakyat. Oleh karena itu, mari kita sebagai bagian dari publik tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga turut aktifmengawal jalannya pemerintahan agar tetap berpihak pada kepentingan bersama dan mampumenjawab tantangan masa depan dengan lebih baik.*) Pengamat Politik dan Kebijakan Strategis Nasional
- Advertisement -

Baca berita yang ini