Deretan Pesepakbola yang Pernah Terlibat di Layar Lebar

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Selain jago mengolah si kulit bundar, pesepakbola juga kerap mempunyai bakat lain yang tak kalah hebat. Satu di antaranya adalah berakting di depan kamera.

Meski kebanyakan hanya mendapat peran sebagai cameo, namun keberadaannya menjadi daya tarik tersendiri. Berikut deretan pesepakbola yang pernah menjadi bintang film.

Carlo Ancelotti
Ancelotti pernah menjadi bintang film ketika masih aktif bermain. Ia bermain di film berjudul The World of Don Camillo pada 1984. Dalam film tersebut, ia berperan sebagai pemain sepak bola. Tak hanya sekali, ia kembali bermain film pada 2008 berjudul L’allenatore nel Pallone 2.

Neymar
Neymar cukup sering menjadi bintang film. Citranya sebagai aktor lapangan hijau membantunya menjadi cameo dalam sebuah film. Salah satunya film XXX: Return of Xander Cage pada 2017. Meski sebentar, kemunculannya menjadi buah bibir. Ia juga membintangi sebuah film serial dengan judul Trail of Lies (Amor a Vida).

Zinedane Zidane
Meski sibuk menjadi pelatih, namun Zidane juga pernah muncul dalam sebuah film. Aksi sang pelatih di depan kamera pun tak kalah dengan bintang Hollywood. Ia terlihat dalam film yang mengambil tema jaman dulu, yaitu Asterix at the Olympic Games pada 2008. Setelah itu, ia juga ambil bagian dalam film sepak bola, Goal. Bahkan, Zidane juga sempat memarodikan aksinya menanduk Materazzi dalam film animasi Family Guy episode Saving Private Brian.

David Beckham
Tak lengkap rasanya jika tidak memasukkan namanya dalam daftar ini. Memiliki wajah tampan sering membuatnya mendapat kesempatan menunjukkan kemampuannya berakting. Beckham berperan sebagai cameo dalam film Bend it Like Beckham pada 2002 dan Goal pada 2005. Selanjutnya ia juga pernah terlibat dalam serial komedi Only Fools and Horses pada 2014 dan King Arthur: Legend of the Sword pada 2017.

Eric Cantona
Cantona pensiun pada usia 30 tahun. Sejak pensiun dari sepak bola, ia mencoba terjun ke dunia perfilman dan telah membintangi sejumlah film termasuk Elizabeth (1998), The Children of the Marshland, You and the Night, The Salvation serta Looking for Eric (2009).

Reporter: Afif Ardiansyah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Mendukung Instensifikasi Respons Dini Menekan Dampak PHK terhadap Masyarakat

*) Oleh : Prinsa AlisaDinamika perekonomian global yang masih diwarnai ketidakpastian memberikantantangan tersendiri bagi dunia usaha dan sektor ketenagakerjaan di Indonesia. Dalam situasi tersebut, pemerintah terus menunjukkan komitmennya untuk melindungimasyarakat melalui berbagai langkah strategis guna mengantisipasi dan meminimalkan dampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Upaya intensifikasirespons dini yang dilakukan pemerintah patut mendapatkan dukungan dari seluruhelemen masyarakat karena menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonominasional sekaligus melindungi kesejahteraan para pekerja dan keluarganya.Langkah respons dini yang diperkuat pemerintah menunjukkan adanya kesadaranbahwa potensi PHK harus diantisipasi sebelum berkembang menjadi permasalahansosial dan ekonomi yang lebih besar. Melalui pemantauan kondisi industri secaraberkelanjutan, penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, sertakomunikasi yang lebih intensif dengan pelaku usaha, pemerintah berupayamendeteksi berbagai potensi risiko sejak awal. Pendekatan ini menjadi penting karenapenanganan yang cepat dan tepat dapat mengurangi dampak yang dirasakan oleh pekerja maupun sektor usaha.Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Dirjen PHI dan Jamsos) Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (KemnakerRI), Indah Anggoro Putri menjelaskan pemerintah terus mendorong berbagaikebijakan yang bertujuan menjaga keberlangsungan dunia usaha agar tetap mampumempertahankan tenaga kerjanya. Berbagai insentif, kemudahan berusaha, hinggaupaya menjaga iklim investasi terus dilakukan untuk menciptakan ruang tumbuh bagisektor industri. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokuspada penanganan dampak setelah PHK terjadi, tetapi juga berupaya mencegahterjadinya PHK melalui penguatan daya tahan ekonomi dan dunia usaha.Selain itu, pengembangan program peningkatan keterampilan dan pelatihan kerjamenjadi salah satu bentuk nyata respons pemerintah dalam menghadapi perubahankebutuhan pasar tenaga kerja. Transformasi ekonomi dan perkembangan teknologimenuntut tenaga kerja memiliki kompetensi yang semakin adaptif. Melalui berbagaiprogram pelatihan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemerintahberupaya memastikan bahwa pekerja Indonesia tetap memiliki daya saing dan peluang kerja yang luas di tengah perubahan ekonomi yang berlangsung cepat.Dukungan terhadap respons dini pemerintah juga penting karena dampak PHK tidakhanya dirasakan oleh individu yang kehilangan pekerjaan, tetapi juga memengaruhikondisi ekonomi keluarga dan masyarakat sekitar. Ketika lapangan kerja dapatdipertahankan dan risiko PHK dapat ditekan, daya beli masyarakat akan tetap terjaga. Stabilitas konsumsi rumah tangga pada akhirnya akan mendukung pertumbuhanekonomi nasional yang lebih kuat dan berkelanjutan. Oleh karena itu, keberhasilanlangkah pemerintah dalam melakukan mitigasi risiko ketenagakerjaan akanmemberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.Pakar demografi dan ketenagakerjaan terkemuka dari Universitas Gadjah Mada(UGM), Tadjuddin Noer Effendi menjelaskan di tingkat daerah, penguatan respons dinidapat membantu pemerintah daerah dan pelaku usaha mengambil langkah antisipatifyang lebih efektif. Informasi yang diperoleh lebih cepat memungkinkan berbagai pihakmenyiapkan solusi sebelum terjadi gejolak ketenagakerjaan yang lebih besar. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan setiap kebijakan dapat berjalansecara optimal dan tepat sasaran.Dukungan terhadap langkah pemerintah juga perlu diwujudkan melalui partisipasi aktifberbagai pemangku kepentingan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini