Didesak Mundur, Zidane Ogah Tinggalkan Real Madrid

Baca Juga

MATA INDONESIA, MADRID – Desakan agar Zinedine Zidane mundur dari posisinya sebagai pelatih Real Madrid mulai bermunculan. Meski demikian, Zidane ogah meninggalkan Los Blancos.

Masa depan Zidane sebagai pelatih Madrid mulai diperbincangkan. Pasalnya, dalam beberapa pekan terakhir penampilan Los Merengues mengecewakan.

Di laga terakhir, Madrid dikalahkan Levante di Stadion Alfredo Di Stefano. Saat ini Karim Benzema dkk. duduk di peringkat tiga klasemen sementara LaLiga mengemas 40 poin atau tertinggal 10 poin dari Atletico di puncak.

Meski mendapat banyak desakan untuk mundur, Zidane bergeming. Pria asal Prancis bertekad membawa Madrid ke jalur yang semestinya.

“Saya tak tahu apa yang akan terjadi. Kami layak mengakhiri musim dengan skuat yang ada saat ini. Ada pembicaraan banyak hal, tentang pergantian pelatih dan lain-lain. Saya tak tahu. Saya pria yang beruntung,” kata Zidane, dikutip dari Marca, Sabtu 6 Februari 2021.

“Jika orang-orang ingin saya berhenti, saya takkan melakukannya. Begitu juga dengan para pemain saya. Saat ini kami memang tidak dalam kondisi terbaik, tapi kami bertekad mengubah situasi ini menjadi lebih baik,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dari Regulasi ke Implementasi: Mengawal Kepatuhan Platform terhadap PP TUNAS

Oleh : Andhika Rachma )*Transformasi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Ruang digital kini bukan hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga ruang belajar, hiburan, hingga interaksi sosial lintas generasi. Di tengah perkembangan tersebut, negara memilikitanggung jawab untuk memastikan bahwa ekosistem digital tetap aman, sehat, dan berpihak pada kepentingan publik, terutama anak-anak sebagai kelompok rentan. Dalam konteks inilahpemerintah menghadirkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS.Kehadiran PP TUNAS menjadi tonggak penting dalam perjalanan tata kelola digital Indonesia. Regulasi ini tidak sekadar menjadi instrumen hukum, tetapi juga mencerminkan komitmennegara dalam membangun ruang digital yang lebih bertanggung jawab. Pemerintahmenempatkan pelindungan anak sebagai prioritas utama di tengah meningkatnya penggunaanplatform digital oleh generasi muda. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa Indonesia ingin menjadi negara yang aktif melindungi anak-anak di ruangdigital dan tidak tertinggal dari negara lain dalam membangun tata kelola platform...
- Advertisement -

Baca berita yang ini