Ups, Ada Penampakan Sex Toy saat Wanita Ini Wawancara Live di TV

Baca Juga

MATA INDONESIA, CARDIFF – Seorang wanita bernama Yvette Amos sedang menjadi perbincangan hangat di media sosial. Pasalnya, ada penampakan sex toy saat dia sedang melakukan wawancara live di televisi.

Yvette melakukan wawancara dengan BBC Wales membicarakan soal pengalamannya mencari pekerjaan di tengah pandemi Covid-19. Yvette mengatakan pada pembawa acara, dia sudah kehilangan pekerjaan dua kali tahun lalu karena dampak Covid-19.

Mata netizen memang tajam. Di saat wawancara berlangsung, mereka melihat adanya sex toy di dalam rak. Sontak saja jagat media sosial riuh. Banyak yang menyindir soal sex toy tersebut.

Sementara ibu dari Yvette, Esther Williams mengatakan, dia tak tahu benda apa yang ramai diperbincangkan orang dan dia tak ingin bertanya pada putrinya tersebut.

Esther mengaku hingga saat ini dia belum bicara dengan putrinya terkait sex toy tersebut dan sama sekali tak malu dengan insiden tersebut.

“Saya tak menonton wawancara itu dan putra saya menunjukkan bahwa ada sesuatu di belakang putri saya. Saya tak melihatnya, tapi saya tak tahu apa itu dan tidak bertanya pada putri saya. Dia wanita dewasa,” ujar Esther, dikutip dari Daily Mail, Sabtu 30 Januari 2021.

“Putri saya wanita cerdas. Saya sama sekali tidak malu. Buat apa saya malu. Saya tak tahu alat apa itu dan saya tidak akan bertanya padanya. Jika dia mau bicara pada saya, tidak ada masalah. Saya yakin hal ini tidak akan mengganggu Yvette,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini