Hoax Dominan, Nakes di Aceh Ketakutan Divaksin Covid19 buatan Sinovac

Baca Juga

MATA INDONESIA, BANDA ACEH – Banyak termakan hoax atau informasi menyesatkan, tenaga kesehatan (nakes) takut menjalani vaksinasi.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, Hanif, di Banda Aceh, Jumat 29 Januari 2021.

Hoax soal vaksinasi yang beredar di Aceh adalah, mereka yang sudah disuntik vaksin akan mengalami kejadian fatal.

Menurut Hoax sudah merajalela sedemikian rupa sehingga lebih dipercaya bahkan mereka yang memiliki latar belakang pendidikan tinggi.

“Padahal kan tidak ada. Kita tahu semua efek samping yang diceritakan media sosial itu tidak benar,” kata Hanif.

Namun, dia sangat yakin saat semakin banyak yang menerima suntikan vaksin, mereka yang awalnya takut akan berangsur berani.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini