Ruang Isolasi Mulai Penuh, Pemkab Bogor Akui Kewalahan Tangani Pasien Covid-19

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Pemerintah Kabupaten Bogor saat ini tengah dipusingkan dengan penuhnya sejumlah ruang isolasi pasien Covid-19. Diketahui, tingkat keterisian ruang isolasi mencapai 91,3 persen. Jauh dari standar maksimum yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia (WHO), yakni 60 persen.

“Intinya sudah kewalahan. Karena pasien harus terus dilayani. Makanya kami sedang berkoordinasi dengan sejumlah instansi untuk penambahan lokasi isolasi pasien Covid-19,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bogor, Achmad Zaenudin, Rabu 6 Januari 2021.

Untuk sementara ini, Zaenudin meminta masyarakat semakin mematuhi protokol kesehatan. Diharapkan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat, dapat mengurangi risiko penularan dan berujung pada menurunnya okupansi di ruang isolasi.

Selain itu, Pemkab Bogor pun memperpanjang peminjaman rumah sakit darurat di Wisma Diklat Kementerian Dalam Negeri di Jalan Raya Kemang, Kabupaten Bogor hingga enam bulan ke depan.

“Ada beberapa penawaran untuk ruang isolasi baru. Tapi masih tahap penjajakan dan belum ada kesepakatan,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Insentif dan Program Belanja Nasional Perkuat UMKM dan Pelaku Ritel di Musim Liburan

Oleh : Nura SafitriMusim liburan sekolah selalu menjadi salah satu momentum penting bagi perekonomiannasional. Pada periode ini, mobilitas masyarakat meningkat, aktivitas wisata tumbuh, dan konsumsi rumah tangga mengalami penguatan. Pemerintah memanfaatkan peluang tersebutmelalui berbagai kebijakan yang tidak hanya bertujuan meningkatkan daya beli masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor perdagangan, pariwisata, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kehadiran program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Holiday and Back to School 2026 menjadi salah satu langkah strategis yang menunjukkan komitmen pemerintahdalam menggerakkan roda ekonomi nasional secara lebih merata.Program BINA Holiday and Back to...
- Advertisement -

Baca berita yang ini