Pidato Terakhir Kanselir Jerman: Ada Begitu Banyak Harapan di Tahun Depan

Baca Juga

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Dalam pidato menyambut tahun baru, Kanselir Jerman, Angela Merkel mengatakan bahwa tahun 2020 merupakan yang tersulit selama 15 tahun kepemimpinannya. Diketahui selama tahun ini, semua negara di dunia berjuang keras melawan pandemi virus corona.

Namun, angin segar mulai menghampiri di penghujung tahun dengan hadirnya vaksin virus corona dari berbagai perusahaan farmasi. Dan dimulainya vaksinasi virus corona, membuat tahun 2021 menjadi tahun penuh harapan akan perubahan.

Merkel terlihat begitu emosi, sesuatu yang sebenarnya jarang bahkan hampir tidak pernah terjadi, ketika ia membahas mengenai gerakan protes yang menentang lockdown dan penolakan vaksinasi.

“Izinkan saya memberi tahu Anda, mengenai kesimpulan pribadi: dalam sembilan bulan pemilihan parlemen, saya tidak akan mencalonkan diri lagi. Oleh karena itu, hari ini kemungkinan besar menjadi terakhir kalinya bagi saya menyampaikan sebuah pidato Tahun Baru,” tutur Merkel, melansir Reuters, Kamis, 31 Desember 2020.

“Saya pikir tidak melebih-lebihkan ketika saya berkata: tidak pernah dalam 15 tahun terakhir kami menemukan tahun yang lama dan begitu berat. Kami tidak pernah mengalaminya, terlepas dari semua kekhawatiran dan beberapa skeptisisme, menantikan yang baru dengan begitu banyak harapan,” sambungnya.

Jerman dinilai sebagai mercusuar bagi negara-negara di kawasan Eropa selama gelombang pertama pandemi virus corona. Jerman dipuji sebagai salah satu negara dengan sistem perawatan kesehatan terbaik di dunia.

Akan tetapi pada gelombang kedua, Jerman justru terseok-seok. Negara yang terletak di Eropa Tengah harus berjuang keras dengan infeksi virus corona yang parah dari sebelumnya.

Meski begitu Jerman tak lantas terpuruk. Jerman memulai vaksinasi pertamanya pada Sabtu (26/12). Kantor berita DPA melaporkan warga Jerman pertama yang mendapatkan suntikan vaksin buatan Pfizer-BioNTech adalah para penghuni panti jompo, Edith Kwoizalla yang berusia 101 tahun.

Kemudian sehari setelahnya, tim vaksin gelombang pertama mulai memberikan suntikan kepada warga di seluruh Jerman, terutama pada komunitas di rumah-rumah lansia dan rumah sakit.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini