Liga Premier Inggris Disarankan Setop Sejenak

Baca Juga

MATA INDONESIA, WEST BROMWICH – Kasus positif Covid-19 di Inggris sedang meningkat. Ada saran agar kompetisi Liga Premier Inggris disetop sementara.

Pada Selasa 29 Desember 2020, ditemukan 18 orang di Liga Premier Inggris terpapar Covid-19. Sebelumnya, dua pemain Manchester City, Kyle Walker dan Gabriel Jesus positif Covid-19 dan pertandingan melawan Everton ditunda.

Kemudian, ditemukan beberapa kasus positif Covid-19 di tim Fulham. Dengan demikian, ada kemungkinan pertandingan Fulham melawan Tottenham Hotspur dini hari WIB nanti juga ditunda.

Makin meningkatnya kasus positif Covid-19 di Inggris dan ditemukannya varian baru Covid-19, Liga Premier Inggris disarankan disetop sementara.

“Saya khawatir dengan diri sendiri dan sepak bola pada umumnya. Keselamatan semua orang lebih penting dibandingkan semuanya,” ujar pelatih West Bromwich Albion, Sam Allardyce, dikutip dari BBC, Rabu 30 Desember 2020.

“Ketika saya mendengar ada varian baru Covid-19 yang lebih cepat menular dibandingkan virus sebelumnya, kami hanya bisa melakukan hal yang tepat, yaitu kompetisi dihentikan sejenak. Saya sudah berusia 66 tahun dan hal yang saya inginkan adalah tidak terpapar Covid,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dari Laboratorium ke Industri: Momentum Hilirisasi Riset Indonesia

Oleh: Juniansyah Putra)*Kemajuan sebuah bangsa pada era modern ditentukan oleh kemampuannyamengubah pengetahuan menjadi inovasi yang memberikan manfaat nyata bagimasyarakat. Indonesia memiliki modal besar berupa sumber daya manusia yang terus berkembang, jaringan perguruan tinggi yang semakin kuat, serta dukunganpemerintah terhadap penguatan riset dan teknologi. Dalam konteks tersebut, hilirisasi riset menjadi langkah strategis untuk mempercepat transformasi Indonesia menuju negara maju berbasis inovasi.Pemerintah menempatkan pengembangan riset dan inovasi sebagai salah satufondasi penting pembangunan nasional. Berbagai kebijakan diarahkan untukmemastikan hasil penelitian tidak hanya menjadi kontribusi akademik, tetapi juga dapat berkembang menjadi teknologi, produk, dan layanan yang meningkatkanproduktivitas, memperkuat industri nasional, serta membuka peluang ekonomi baru. Langkah ini menunjukkan komitmen kuat negara dalam membangun ekosisteminovasi yang berdaya saing global.Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan bahwaperguruan tinggi memiliki peran sentral sebagai motor penggerak hilirisasi risetnasional. Menurutnya, kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai sumber lahirnya teknologidan solusi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta dunia usaha. Melalui kolaborasi antarkampus dan kemitraan dengan berbagai sektor, potensi risetIndonesia dapat dimanfaatkan secara lebih luas dan lebih cepat.Brian menjelaskan bahwa budaya inovasi di lingkungan perguruan tinggi terusdiperkuat agar para peneliti terdorong menghasilkan karya yang memiliki nilaitambah tinggi. Pendekatan ini mencerminkan perubahan paradigma penting dalampembangunan nasional, yaitu menjadikan penelitian sebagai penggerakpertumbuhan ekonomi sekaligus sarana meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Publikasi ilmiah tetap menjadi indikator kualitas akademik, namun keberhasilan risetjuga diukur dari sejauh mana inovasi tersebut memberi dampak nyata bagikehidupan masyarakat.Untuk mendukung transformasi tersebut, pemerintah bersama perguruan tinggi terusmemperkuat ekosistem inovasi melalui pengembangan inkubator bisnis, pusatinovasi, perlindungan hak kekayaan intelektual, serta kemudahan kemitraan dengandunia usaha. Langkah-langkah ini menciptakan lingkungan yang kondusif bagilahirnya perusahaan rintisan berbasis teknologi dan pengembangan industri nasionalyang lebih modern.Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif...
- Advertisement -

Baca berita yang ini