Jelang Libur Panjang, Tambahan Positif Corona Bertambah 7.514 Kasus di Indonesia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Jumlah kasus positif covid-19 hingga hari ini, Rabu 23 Desember 2020 di Indonesia mencapai 685.639 orang. Jumlah tersebut didapatkan setelah ada penambahan sebanyak 7.514 kasus dalam 24 jam terakhir.

Dari total jumlah tersebut, ada 106.528 kasus aktif atau 15,5 persen dari yang terkonfirmasi positif berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Rabu sore.

Dengan demikian, total pasien sembuh kini mencapai 558.703 orang. Sementara itu, kasus pasien meninggal dunia bertambah 151 orang, sehingga total saat ini menjadi 20.408 orang. Lebih lanjut, penularan Covid-19 secara keseluruhan hingga saat ini terjadi di 510 kabupaten/kota yang berada di 34 provinsi.

Kemenkes pun mencatat jumlah suspek Covid-19 mencapai 66.914 orang. Sedangkan spesimen yang berhasil diperiksa hari ini sebanyak 52.672 spesimen.

DKI Jakarta masih menjadi provinsi yang memiliki kasus positif Covid-19 terbanyak, sementara Jawa Timur menyumbang kasus kematian tertinggi di seluruh Indonesia.

Untuk menekan laju peningkatan kasus corona, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 meminta masyarakat tak melakukan perjalanan saat libur Natal dan Tahun Baru nanti.

Namun, masih banyak warga yang hendak berlibur. Pemerintah pun mengeluarkan kewajiban rapid test antigen. Keputusan tersebut lantas diikuti sejumlah daerah dengan mewajibkan tes tersebut kepada masyarakat yang hendak berpergian, seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, hingga Bali.

Sayangnya, pelaksanaan kebijakan itu belum tertata dengan baik lantaran memicu kerumunan, seperti yang terjadi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Stasiun Gambir, hingga Stasiun Pasar Senen.

Selain itu, Satgas Covid-19 juga meminta pemerintah daerah menyiapkan tempat isolasi untuk pasien positif tanpa gejala. Langkah tersebut perlu dilakukan untuk mencegah kepenuhan rumah sakit rujukan pasien Covid-19.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Optimalisasi Bendungan dan Irigasi Perkuat Ketahanan Indonesia di Tengah Kemarau

Oleh: Alfariz Ghani )*Musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang pada 2026 menjadi tantangan yang harus dihadapi dengan kesiapan yang matang. Ancaman penurunan ketersediaan air, gangguan produksi pangan, hinggameningkatnya risiko kekeringan di berbagai daerah menuntut langkahantisipatif yang terukur. Dalam situasi musim kemarau seperti ini, pemerintah menunjukkankeseriusannya dengan menempatkan optimalisasi bendungan dan jaringan irigasi sebagai fondasi utama menjaga ketahanan nasional.Langkah yang dilakukan pemerintah menjadi sangat penting mengingathasil kajian Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim kemarau tahun 2026 bertepatan dengan fenomena El Nino yang berpotensi membuat kondisi lebih kering dibandingkan rata-rata klimatologis Indonesia. Pemerintah tidak menunggu dampak kemarau terjadi. Sejak awal, berbagai strategi telah disiapkan untuk memastikan pasokan air tetaptersedia dan sektor pertanian tetap produktif. Kementerian PekerjaanUmum menegaskan bahwa musim kemarau yang datang lebih awal dan berlangsung lebih lama perlu diantisipasi melalui langkah yang terencana, terukur, dan terintegrasi.Dalam menghadapi kondisi tersebut, bendungan memiliki peran yang sangat strategis. Keberadaan bendungan tidak hanya berfungsi sebagaipenampung air saat musim hujan, tetapi juga menjadi sumber pasokanutama ketika curah hujan menurun. Melalui pengelolaan yang tepat, air yang tersimpan dapat dimanfaatkanuntuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, mendukung sektor pertanian, hingga menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat.Pemerintah memahami bahwa keberhasilan bendungan tidak hanyaditentukan oleh kapasitas tampungannya. Yang tidak kalah penting adalahbagaimana air yang tersedia dapat didistribusikan secara efektif melaluijaringan irigasi yang andal. Karena itu, penguatan sistem irigasi menjadibagian penting dari strategi nasional menghadapi kemarau.Pelaksana Harian Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU, Adenan Rasyid, menjelaskan bahwa pemerintah telah menetapkansejumlah langkah prioritas dalam menghadapi kemarau panjang. Salah satunya adalah optimalisasi operasi tampungan air melalui pengaturanalokasi yang berbasis data dan kebutuhan prioritas. Pendekatan inimemungkinkan setiap tetes...
- Advertisement -

Baca berita yang ini