Perayaan Natal, MU Sediakan 80 Ribu Makanan Gratis

Baca Juga

MATA INDONESIA, MANCHESTER – Bekerja sama dengan FareShare, Manchester United akan menyediakan 80 ribu makanan untuk keluarga yang berasal dari komunitas lokal pada perayaan Natal tahun ini.

Inisiasi ini adalah bagian dari Yayasan Manchester United. FareShare sudah menyumbang 33 ton makanan di wilayah Greater Manchester dalam mendukung kampanye ini.

Sebelum dibagikan ke anak-anak dan keluarga dari mitra yayasan sekolah, bank makanan, dan badan amal lainnya, 33 ton makanan itu nantinya akan diolah oleh koki Manchester United menjadi makanan siap saji.

“Ini adalah kegiatan yang menginspirasi, sebuah inisiasi sangat baik dari FareShare. Mereka luar biasa. Jumlah keluarga dan anak-anak yang membutuhkan hal dasar seperti makanan sangat besar,” ujar Duta MU, Dennis Irwin, dikutip dari Sky Sports, Rabu 16 Desember 2020.

“MU adalah klub sepak bola besar, tapi kami berkomitmen bekerja di komunitas dan yayasan yang melakukan tugas luar biasa. Atas nama Manchester United, ini adalah gerakan luar biasa bersama FareShare agar kami bisa memberikan 80 ribu makanan kepada mitra sekolah dan badan amal saat Natal,” tambahnya.

Gerakan hampir serupa sebelumnya juga dilakukan pemain MU, Marcus Rashford. Dia berhasil melobi pemerintah agar terus memberikan kupon makan gratis selama sekolah diliburkan karena pandemi Covid-19. Rencananya kupon makan gratis akan terus diberikan pemerintah hingga musim panas mendatang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hipertensi Lansia dan Pentingnya Deteksi Dini melalui CKG

Oleh : Ricky Rinaldi *)Hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi salah satu masalah kesehatanyang paling banyak dialami oleh kelompok lanjut usia di Indonesia. Penyakit inisering disebut sebagai “silent killer” karena dapat berkembang tanpa gejala yang jelas, tetapi memiliki risiko serius terhadap kesehatan apabila tidak ditangani sejakdini. Pada kelompok lansia, hipertensi dapat meningkatkan risiko stroke, penyakit jantung, gagal ginjal, hingga penurunan kualitas hidup. Dalam konteks tersebut, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi langkah penting dalam memperkuatdeteksi dini dan pencegahan penyakit pada masyarakat usia lanjut.Peningkatan jumlah penduduk lansia di Indonesia membawa tantangan baru bagisistem kesehatan nasional. Seiring bertambahnya usia, kondisi fisik seseorangmengalami perubahan yang membuat risiko penyakit tidak menular semakin tinggi. Hipertensi menjadi salah satu penyakit yang paling umum dialami lansia karenadipengaruhi oleh faktor usia, pola makan, aktivitas fisik, hingga kondisi psikologis.Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunankesehatan harus menjangkau seluruh kelompok masyarakat, termasuk lansia....
- Advertisement -

Baca berita yang ini