Petugas Kesehatan Mulai Divaksinasi Covid-19 Secara Massal

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Petugas kesehatan di Moskow, Rusia mulai diberikan vaksin covid-19 Sputnik V. Vaksin corona itu telah distribusikan ke 70 klinik sejak Sabtu 5 Desember 2020.

Vaksin Sputnik V yang dibuat Rusia, pertama akan tersedia untuk para dokter dan petugas medis, guru, dan pekerja sosial karena mereka memiliki risiko tinggi tertular penyakit tersebut.

Cara kerja vaksin Sputnik V mirip dengan vaksin yang sedang dikembangkan Universitas Oxford-AstraZeneca di Inggris, menggunakan virus lain untuk mengirimkan molekul dari virus corona yang menyebabkan Covid-19 ke dalam tubuh manusia untuk merangsang respons kekebalan. Vaksin diberikan dalam dua suntikan dengan selang waktu 21 hari.

Langkah ini dilakukan saat Rusia melaporkan rekor tertinggi kasus baru Covid-19 pada Sabtu yaitu 28.782, termasuk 7.993 kasus baru di Moskow, sehingga total kasus infeksi nasional mencapai 2.431.731 sejak pandemi dimulai.

Pemerintah mengonfirmasi 508 kasus kematian akibat Covid-19 dalam 24 jam terakhir, sehingga total kematian nasional mencapai 42.684.

“Selama lima jam pertama, 5.000 orang mendaftar untuk vaksinasi – guru, dokter, pekerja sosial, mereka yang saat ini paling banyak mempertaruhkan kesehatan dan nyawa mereka,” tulis Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin di situs pribadinya pada Jumat lalu.

Wartawan Aljazeera, Aleksandra Godfroid yang melaporkan dari Moskow mengatakan dialokasikan satu jam untuk setiap pasien. “10 menit pertama untuk pemeriksaan kesehatan umum,” ujarnya.

15 menit berikutnya adalah untuk menyiapkan vaksin karena harus disimpan pada -18 Celcius, dan kemudian setengah jam untuk memeriksa orang tersebut.

Mereka yang akan menerima vaksin harus kembali dalam tiga pekan untuk menerima suntikan kedua. “Menurut pejabat Rusia, mereka akan memiliki kekebalan penuh setelah 42 hari,” ujarnya.

Usia bagi mereka yang menerima suntikan dibatasi hingga 60 tahun. Orang dengan penyakit tertentu, perempuan hamil dan mereka yang menderita penyakit pernapasan selama dua pekan terakhir dilarang ikut vaksinasi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini