Kesalahan Solskjaer Tetap Pertahankan Fred

Baca Juga

MATA INDONESIA, MANCHESTER – Ole Gunnar Solskjaer dikritik karena tetap mempertahankan Fred. Terbukti, pemain asal Brasil itu mendapat kartu merah ketika laga menyisakan 20 menit.

MU dikalahkan PSG 1-3 pada matchday kelima Liga Champions Grup H, Kamis 3 Desember 2020 dini hari WIB di Old Trafford. Tiga gol PSG dicetak Neymar (2) dan Marquinhos, sementara gol tunggal MU dicetak Marcus Rashford.

MU masih bisa lolos ke babak 16 besar minimal main imbang 1-1 dengan Leipzig. Jika kalah, Setan Merah dipastikan tersingkir dan turun ke Liga Europa.

Tapi, mereka bisa saja menyegel tiket babak 16 besar Liga Champions lebih cepat minimal tidak kalah lawan PSG.

Fred tampil riskan di laga ini setelah mendapat kartu kuning di babak pertama. Saat itu, dia menanduk Leandro Paredes. Beruntung saat itu wasit hanya memberikan kartu kuning. Dalam posisi mengantongi kartu kuning dan riskan menjadi incaran pemain PSG di babak kedua, Solskjaer tetap mempertahankan Fred.

Benar saja, pemain asal Brasil mendapat kartu kuning kedua di menit ke-70 ketika melanggar Ander Herrera.

“Dia (Fred) beruntung hanya dapat kartu kuning terkait insiden di babak pertama. Wasit membuat kesalahan,” ujar Solskjaer, dikutip dari BBC, Kamis 3 Desember 2020.

“Fred tampil baik, tapi dengan keputusan yang diambil wasit, mungkin Anda akan melihat lagi ke belakang dan berpikir harusnya dia ditarik ke luar (di jeda babak pertama),” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini