Ini yang Dibahas Joe Biden dengan Sekjen PBB

Baca Juga

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Presiden Amerika Serikat (AS) terpilih, Joe Biden berbicara dengan Sektretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres. Keduanya membahas mengenai perlunya kemitraan yang kuat untuk memerangi pandemi virus corona dan perubahan iklim –dua area yang justru dijauhi Presiden Donald Trump.

Trump menyebut perubahan iklim sebagai “hoax” alias “tipuan.” Pada 2017, Presiden Trump menarik Paman Sam keluar dari kesepakatan global untuk mengatasi perubahan iklim.

Sementara Biden justru sebaliknya. Mantan Senator Delaware itu telah berjanji membawa AS kembali ke kesepakatan yang ditandatangani tahun 2015.

Bukan hanya itu, Trump juga memangkas pendanaan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Bahkan mengumumkan rencana Amerika Serikat untuk menarik diri dari badan kesehatan global tersebut.

Melansir English al Arabiya, Selasa, 1 Desember 2020, Trump menuduh WHO sebagai boneka Cina di tengah pandemi virus corona. Namun lagi-lagi, Biden memastikan bahwa ia akan membatalkan rencana Trump.

Selain dua topik di atas, Biden dan Guterres juga membahas “menangani kebutuhan kemanusiaan; memajukan pembangunan berkelanjutan; menegakkan perdamaian dan keamanan dan menyelesaikan konflik; dan mempromosikan demokrasi dan hak asasi manusia.” Demikian diungkapkan tim transisi Biden dalam sebuah pernyataan.

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini