Jelang Hadapi Southampton, Solskjaer Sanjung Pelatih Lawan

Baca Juga

MATA INDONESIA, SOUTHAMPTON – Manchester United akan menghadapi Southampton dalam lanjutan Liga Premier Inggris. Ole Gunnar Solskjaer tak sungkan memuji pelatih lawan, Ralph Hasenhuttl.

MU akan menantang Southampton di St Mary’s, Minggu 29 November 2020 malam WIB. The Saints bukan lawan mudah bagi Setan Merah. Apalagi mereka sedang dalam performa apik.

Saat ini Danny Ings dkk. duduk di peringkat lima klasemen Liga Premier Inggris. Sedangkan MU berada di peringkat 11.

Sejak kedatangan Hasenuttl, permainan Southampton berubah. Pria asal Jerman itu membuat tim tampil lebih agresif. Bahkan, Solskjaer membandingkannya dengan pelatih Liverpool, Jurgen Klopp.

“Dia mirip dengan Jurgen ketika pertama kali datang ke Liverpool. Southampton suka menekan lawan dan agresif. Sulit menghadapi mereka. Melihat Southampton berkembang di bawah asuhan Ralph sangat menarik. Saya kagum dengan kekuatan fisik mereka,” ujar Solskjaer, di laman resmi klub.

Meski demikian, MU punya kans besar meraih tiga poin karena sejauh ini catatan tandang Paul Pogba dkk. masih sempurna di Liga Premier Inggris. MU juga mencatatkan tiga kemenangan beruntun.

“Tentu saja kami ingin catatan kemenangan itu berlanjut, tapi kami tahu apa yang sudah dilakukan Southampton dalam beberapa tahun terakhir. Kami punya rekor tandang bagus sejak Januari. Kami berusaha naik di klasemen dan mulai konsisten,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini