Melawan Ekstremisme Online, Indonesia Harus Belajar dari Selandia Baru

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Selandia Baru rencananya akan mengajak puluhan negara lainnya dalam peluncuran ‘Seruan Christchurch’ untuk melawan dan mengekang ekstremisme online atau daring.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern rencananya akan langsung meluncurkan seruan tersebut pada pertemuan KTT Internasional di Paris, Rabu 15 Mei 2019 besok.

Seruan melawan ekstremisme online ini bergejolak menyusul peristiwa berdarah penembakan yang terjadi di dua masjid di Christchurch, Maret lalu saat umat Islam sedang menjalankan ibadah Salat Jumat.

Nantinya, Ardern akan menagih komitmen seluruh peserta KTT Paris untuk sama-sama menyuarakan dan menghilangkan konten terorisme serta kekerasan serupa dari media sosial dan platform online lainnya.

Dalam sebuah opini di The New York Times selama akhir pekan, Ardern mengatakan pembantaian Christchurch menggarisbawahi  tren baru yang mengerikan dalam kekejaman ekstremis.

Si pelaku yang mengusung Supremasi Kulit Putih itu dalam melakukan aksinya, ia menayangkan langsung di Facebook dan ditonton banyak orang, saat ia menembaki jemaah masjid yang sedang salat.

Ardern mengatakan Facebook menghapus 1,5 juta salinan video dalam waktu 24 jam setelah serangan, tetapi dia masih menemukan dirinya di antara mereka yang secara tidak sengaja melihat rekaman ketika diputar secara otomatis di feed media sosial mereka.

Sejak serangan itu, Ardern sangat mengecam raksasa teknologi karena tidak berbuat cukup untuk memerangi ekstremisme daring, terutama Facebook dan YouTube.

Berita Terbaru

WEF 2026: Indonesia Tancap Gas Perkuat Diplomasi Ekonomi Global

Mata Indonesia, JAKARTA — Indonesia menuntaskan partisipasi di WEF 2026 dengan menegaskan komitmen memperkuat diplomasi ekonomi global dan daya...
- Advertisement -

Baca berita yang ini