Kanselir Jerman Prihatin Soal Akses Vaksin Virus Corona untuk Negara Miskin

Baca Juga

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Kanselir Jerman, Angela Merkel prihatin mengenai akses vaksin virus corona terhadap negara-negara miskin. Keprihatinan ini ia sampaikan pada pertemuan puncak Konferensi Tingkat Tinggi G20.

Sementara negara-negara kaya justru sebaliknya. Mereka menjaminkan dan menjanjikan kesetaraan atas vaksin virus corona yang telah dikembangkan sejumlah perusahaan farmasi. Negara-negara maju juga memastikan akan mulai melakukan pemberian vaksin virus corona akhir Desember nanti.

Ketika negara-negara maju akan memulai vaksinasi, negara-negara miskin di dunia masih berjuang menekan laju virus corona. Bukan hanya itu, negara-negara miskin juga masih harus bekerja keras membangun ekonomi mereka yang terpuruk akibat serangan virus corona yang telah berlangsung hampir setahun.

“Kami sekarang akan berbicara dengan GAVI (Kelompok Aliansi Virus Global) tentang kapan negosiasi ini dimulai, karena saya agak khawatir belum ada yang dilakukan mengenai itu,” kata Angela Merkel, melansir BBC, Senin, 23 November 2020.

KTT G20 merupakan pertemuan kekuatan ekonomi terkemuka di dunia. Selama konferensi yang diadakan secara virtual, negara-negara kaya berjanji mendukung negara-negara miskin dengan kerusakan ekonomi yang parah akibat pandemi virus corona.

Selain itu, negara-negara anggota G20 juga berjanji menangani pembiayaan yang diperlukan untuk mendukung produksi dan distribusi vaksin virus corona yang adil, serta perawatan untuk virus dan tes.

Virus corona telah menginfeksi hampir 60 juta orang di seluruh dunia sejak muncul di Cina, Desember tahun lalu, dan menewaskan hampir 1,4 juta orang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG Dikawal Para Ahli, Masa Depan Gizi Anak Makin Terjamin

Oleh: Alexander Royce*)Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi salah satu kebijakan strategispemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Di tengahberbagai tantangan pembangunan, mulai dari stunting, kesenjangan akses panganbergizi, hingga kebutuhan peningkatan kualitas generasi muda menuju Indonesia Emas 2045, kehadiran MBG menunjukkan komitmen negara untuk memastikan setiap anakIndonesia mendapatkan hak yang sama atas asupan gizi yang berkualitas. Pemerintahterus memperkuat tata kelola dan pengawasannya dengan melibatkan para ahli gizi, tenaga kesehatan, akademisi, hingga berbagai pemangku kepentingan agar manfaatnya semakin optimal dan tepat sasaran.Dukungan terhadap MBG juga datang dari kalangan akademisi dan praktisi gizi. Ahli Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) sekaligus Dewan Pengurus Pusat Himpunan Alumni IPB Departemen Gizi, Lesda Lybaws, menilai program MBG merupakan langkah yang efektif untuk memutus rantai stunting...
- Advertisement -

Baca berita yang ini