Usai Dikritik, Pemprov DKI Baru Tracing Kasus Kerumunan Rizieq Shihab

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Setelah menjadi sasaran kritik, Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria telah memerintahkan Dinas Kesehatan melakukan pelacakan atau tracing pada kasus resepsi pernikahan putri Rizieq Shihab dan Maulid Nabi di Petamburan.

Namun, menurut Riza hasilnya akan diketahui beberapa hari kemudian. Dia menegaskan Dinkes yang akan mengaturnya.

Sebelumnya, Lurah Petamburan yang membawahkan markas FPI dinyatakan reaktif saat melakukan test Covid19 sebelum menjalani pemeriksaan polisi di Polda Metro Jaya.

Meski begitu Lurah Setiyanto itu harus menjalani tes swab di rumah sakit Polri Kramajati untuk pemeriksaan lanjutan.

Saat ini, kata Riza, Setiyanto tengah menjalani isolasi mandiri sambil menunggu hasil tes swab polymerase chain reaction (PCR) dari Rumah Sakit Polri Kramatjati.

Pemeriksaan terhadap Setiyanto soal kerumunan bermasalah di Markas FPI tersebut ditunda hingga dinyatakan negatif terhadap Covid19.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

PP TUNAS: Fondasi Perlindungan Anak untuk Mewujudkan Pendidikan Bermutu

Oleh : Ricky RinaldiPerlindungan anak merupakan elemen mendasar dalam membangun sistempendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan. Tanpa jaminan keamanan, kenyamanan, serta perlindungan yang memadai, proses belajar tidak akan mampuberjalan secara optimal. Dalam konteks inilah, kehadiran Peraturan Pemerintah tentang TUNAS menjadi langkah strategis dalam memperkuat fondasi perlindungananak sebagai bagian integral dari pembangunan pendidikan nasional.Pendidikan tidak hanya berbicara tentang pencapaian akademik, tetapi juga tentanglingkungan yang aman dan kondusif bagi tumbuh kembang peserta didik. Berbagaitantangan seperti perundungan, kekerasan, hingga tekanan psikologis masihmenjadi persoalan yang harus dihadapi secara serius. Negara berkepentinganmemastikan bahwa setiap anak dapat belajar dalam suasana yang bebas dari rasa takut dan ancaman. Dengan adanya PP TUNAS, perlindungan anak ditempatkansebagai prioritas dalam sistem pendidikan.Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan sumber dayamanusia harus dimulai dari perlindungan terhadap generasi muda. Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan yang aman akan memiliki peluang lebih besar untukberkembang secara optimal. Dalam hal ini, PP TUNAS menjadi instrumen kebijakanyang memperkuat komitmen negara dalam menciptakan ruang belajar yang sehatdan mendukung.PP TUNAS memberikan kerangka hukum yang jelas dalam melindungi anak di berbagai aspek kehidupan, termasuk di lingkungan pendidikan. Regulasi ini tidakhanya menegaskan tanggung jawab pemerintah, tetapi juga melibatkan lembagapendidikan, keluarga, dan masyarakat. Dengan pendekatan yang komprehensif, perlindungan anak tidak lagi bersifat parsial, melainkan menjadi sistem yang terintegrasi.Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menekankan bahwapendidikan yang bermutu harus berjalan seiring dengan perlindungan anak. Sekolahtidak hanya menjadi tempat transfer ilmu, tetapi juga ruang pembentukan karakterdan keamanan psikologis peserta didik. Dengan adanya regulasi yang kuat, setiapinstitusi pendidikan didorong untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan bebasdari kekerasan.Implementasi PP TUNAS juga mendorong penguatan mekanisme pengawasan di lingkungan pendidikan. Sistem pelaporan yang lebih terbuka, penanganan kasusyang cepat, serta pendampingan bagi korban menjadi bagian penting dalammemastikan perlindungan berjalan efektif. Dengan adanya sistem yang responsif, setiap potensi pelanggaran terhadap hak anak dapat ditangani secara lebih cepatdan tepat.Selain itu, regulasi ini memperkuat peran keluarga sebagai lingkungan pertamadalam pendidikan anak....
- Advertisement -

Baca berita yang ini