Real Madrid Hantam Tim Promosi 4-1

Baca Juga

MATA INDONESIA, MADRID – Real Madrid meraih tiga poin usai menaklukkan tim promosi, Huesca, dengan skor telak 4-1. Eden Hazard menyumbang salah satu gol.

Berlaga di Stadion Alfredo Di Stefano, Sabtu 31 Oktober 2020, Madrid baru bisa mencetak gol di menit ke-40. Diawali dengan aksi individu menggiring bola ke pertahanan lawan, Hazard melepaskan tendangan dari jarak jauh yang tak mampu dijangkau kiper Huesca, Fernandez.

Di penghujung babak pertama, Madrid menggandakan keunggulan melalui Karim Benzema. Menerima umpan Valverde, Benzema mengontrol bola dengan dada untuk melepaskan kawalan dari Maffeo. Kemudian, dari sudut sempit, Benzema mampu menaklukkan Fenandez di bawah mistar dari dalam kotak penalti.

Gol ketiga Madrid tercipta di menit ke-54. Kali ini giliran Benzema yang memberikan umpan ke Valverde. Dalam posisi tak terkawal di luar kotak penalti, bola hasil sepakan Valverde mengoyak jala Huesca.

Huesca mampu mencetak satu gol di menit ke-74. Memanfaatkan umpan silang ke kotak penalti yang dilepaskan Mir, Ferreiro berhasil menusuk ke kotak penalti dan mencocor bola yang gagal dibendung kiper Madrid, Thibaut Courtois.

Madrid menutup laga dengan gol yang dicetak Benzema di menit ke-90. Rodrygo melepaskan umpan ke kotak penalti dan bola disambut Benzema dengan tandukan.

Kemenangan ini untuk sementara menempatkan Madrid di puncak klasemen LaLiga dengan 16 poin, sementara Huesca di posisi 18 mengemas poin lima.

Susunan pemain

Real Madrid: Thibaut Courtois; Lucas Vazquez, Eder Militao, Sergio Ramos, Marcelo; Federico Valverde, Casemiro, Luka Modric; Marco Asensio, Karim Benzema, Eden Hazard.

Huesca: Andres Fernandez; Pablo Maffeo, Jorge Pulido, Dimitrios Siovas, Luisinho; Borja Garcia, Pedro Mosquera, Kelechi Nwakali; Sergio Gomez, Rafa Mir, Javier Ontiveros.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini