Pemimpin Uni Eropa Kutuk Serangan Teror di Prancis

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Para Pemimpin Uni Eropa terkejut dengan serangan di sebuah gereja di Kota Nice, Prancis. Setidaknya tiga orang dilaporkan tewas, dan beberapa orang lainnya mengalami luka-luka dalam peristiwa tersebut.

Wali Kota Christian Estrosi menyebut insiden tersebut sebagai serangan “terorisme”. Dia menuliskan di akun Twitter-nya bahwa serangan pisau itu terjadi di gereja Notre Dame, Kamis (29/10) pagi waktu setempat.

Sama seperti sang Wali Kota, dalam pernyataan bersama, para Pemimpin Uni Eropa juga mengatakan, pembunuhan tersebut merupakan “serangan teroris”. Mereka kemudian menunjukkan aksi solidaritas kepada Prancis.

“Kami meminta para pemimpin di seluruh dunia untuk bekerja menuju dialog dan pemahaman di antara komunitas dan agama daripada perpecahan,” berikut pernyataan bersama Para Pemimpin Uni Eropa, melansir Reuters, Jumat, 30 Oktober 2020.

Penyerangan terjadi di sekitar Gereja Notredame Basilica, di Kota Nice, Prancis. Pelaku diketahui bernama Brahim Aouissaoui berusia 21 tahun. Pria yang merupakan imigran asal Tunisia itu sendiri sudah diamankan pihak keamanan Prancis.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Flu Singapura Tak Ditemukan di Bantul, Dinkes Tetap Waspadai Gejala yang Muncul

Mata Indonesia, Bantul - Dinkes Kabupaten Bantul menyatakan bahwa hingga akhir April 2024 kemarin, belum terdapat kasus flu Singapura yang teridentifikasi. Namun, Dinkes Bantul tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. "Kami belum menerima laporan terkait kasus flu Singapura di Bantul. Kami berharap tidak ada," ujar Agus Tri Widiyantara, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, Sabtu 4 Mei 2024.
- Advertisement -

Baca berita yang ini