Ini Dia 10 Tempat Seru Berburu Kuliner Berbuka di Jakarta

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Salah satu kegiatan paling digemari Muslim saat Ramadhan adalah berburu kuliner untuk iftar atau berbuka puasa.

Di Jakarta ini banyak tempat yang menjadi favorit para pemburu kuliner iftar. Di situ kita bahkan bisa menemukan jajanan yang tidak pernah dijual di bulan lain selain Ramadhan.

MINEWS.ID mencatat 10 tempat yang dari tahun ke tahun dikenal sebagai lokasi berburu kuliner khas Ramadhan itu.

1.Pasar Benhil

Tempat ini paling terkenal di seantero Jakarta untuk berburu kuliner iftar. Lokasinya sangat strategis yaitu di depan Pasar Benhil sepanjang 100 meteran. Kita bisa menemukan kue-kue tradisional hingga makanan berat seperti sayur dan lauk
seperti ikan bakar, ayam bakar, dan lain sebagainya, bisa dengan mudah ditemukan di sana.

Satu jam sebelum waktu berbuka dijamin tempat itu sangat penuh para pemburu kuliner iftar. Sebab, lokasinya di tengah pusat perkantoran Sudirman-Thamrin sehingga banyak pegawai yang pulang kerja mampir untuk membawa makanan berbuka.

Ratusan penjual mulai menjajakan makanan di tenda-tenda di Pasar Benhil sejak pukul 11.00 hingga 18.00 WIB.

2.Jalan Panjang

Jalan panjang berlokasi di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Selama bulan ramadhan, warga sekitar menyulapnya menjadi pasar kaget, sehingga lalu-lintas kendaraan di sekitar itu sulit menembus keramaian para pemburu kuliner iftar.

Menu yang bisa dibeli di sini juga beragam seperti biji salak, bubur sum sum, kacang hijau, berbagai macam kue, es buah, maupun olahan mie dan bihun. Seperti halnya Pasar Benhil, lokasi itu juga sudah lama menjadi favorit para pemburu kuliner iftar.

3. Kramat Raya

Lokasi yang ada di sekitar Perempatan Pasar Senen itu khusus menyediakan makanan khas Minangkabau. Kamu bisa dengan mudah menemukan makanan seperti nasi kapau, lemang tapai, bubur kampiun, srikaya telur, dan masih banyak pilihan lainnya.

Para Penjual yang menggunakan tenda itu sehari-harinya buka 24 jam. Namun, saat Ramadhan mereka buka warung menjelang berbuka hingga waktu sahur.

4. Gandaria

Di sana lebih dikenal dengan penjual kuliner iftar segar seperti kelapa muda dan minuman penyegar tubuh lainnya untuk berbuka seperti sop buah maupun es campur. Selain itu sejumlah penganan ringan seperti kue lapis dan panada juga sudah dikenal para pemburu iftar sejak lama.

5. Masjid Sunda Kelapa

Di kawasan ini kamu juga bisa menemukan banyak jenis makanan berbuka terutama kue-kue tradisional. Makanan khas betawi seperti ketoprak dan makanan berat lainnya.

Karena lokasinya di area masjid, Kamu juga bisa ngabuburit, melakukan solat maghrib, dan tarawih sekaligus.

6. Jalan Soka

Tempat itu berada di Jakarta Utara, tepatnya di Kawasan Rawa Badak, tidak jauh dari Pasar Plumpang yang terkenal.

Lokasinya tidak sebesar pusat kuliner iftar lainnya, tetapi masyarakat sekitar sudah mengenalnya sejak lama.

Pasar kuliner iftar di situ, diorganisir karang taruna setempat. Jadi lebih rapi dan teratur.

7. Lapangan Blok S

Di hari biasa kawasan itu memang menjadi pusat kuliner. Namun saat Ramadhan lebih banyak lagi yang berjualan di sana. Jenis makanannya relatif sama dengan tempat kuliner iftar lainnya.

8. Wisata Kota Tua

Lokasi yang berdekatan dengan Museum Kota Tua dan Stasiun Kota akan berubah menjadi pusat kuliner iftar saat menjelang berbuka selama Ramadhan.

Saat sore halaman Museum Fatahilah juga menjadi favorit untuk melakukan ngababurit menunggu berbuka.

9. Masjid Pondok Indah

Masjid yang juga kerap didatangi para artis ini juga asyik untuk ngababurit. Penjual kuliner iftar biasanya sudah mulai menggelar dagangan sejak pukul 14.00 WIB dan tutup sesudah jamaah terawih di masjid itu bubar. Selain makanan buka puasa, penjual di sini juga buka saat sahur.

10. Komplek Jatiwaringin Asri

Saat ramadan tiba, pelataran kompleks Jatiwaringin Asri menjelma menjadi salah satu tujuan wisata kuliner dari sore hingga malam hari. Hidangan yang ditawarkan di antaranya martabak, chinese food, sate, dan masih banyak lagi.

Namun khusus bulan Ramadan, pedagang semakin ramai oleh penjaja jajanan berbuka seperti kolak dan bubur sumsum.

Berita Terbaru

Upaya Bersama Diperlukan untuk Jaga Situasi Kondusif Saat Idul Fitri

Oleh: Hafidz Ramadhan Pratama Perayaan Hari Raya Idul Fitri yang selalu identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, dinamika sosial, serta potensi kerawanan keamanan, kebutuhan akan sinergi lintas sektor menjadisemakin mendesak untuk diwujudkan secara konkret. Stabilitas keamanan dan ketertibanmasyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan jugamemerlukan dukungan aktif dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga peran strategismedia sebagai penyampai informasi yang membentuk persepsi publik. Dalam konteks ini, menjaga suasana kondusif bukan sekadar upaya teknis, tetapi juga merupakan bagian darikomitmen kolektif dalam merawat persatuan di tengah keberagaman. Kapolda Jawa Timur Irjen Nanang Avianto menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasiantara kepolisian dan media melalui momentum buka puasa bersama insan pers yang tergabungdalam Pokja Polda Jatim. Kegiatan yang turut dihadiri Wakapolda Jatim Brigjen Pasma Royce serta jajaran pejabat utama tersebut menjadi simbol bahwa komunikasi yang terbuka dansinergitas yang solid merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas daerah, khususnya saatada agenda nasional dan Idul Fitri. Dalam pandangannya, insan pers memiliki posisi strategissebagai mitra kepolisian dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepadamasyarakat, sehingga mampu mencegah berkembangnya informasi yang menyesatkan. Irjen Nanang Avianto juga melihat bahwa media tidak hanya berfungsi sebagai penyampaiinformasi semata, tetapi juga berperan sebagai penyejuk di tengah dinamika sosial yang berkembang. Dalam situasi yang rawan terhadap provokasi dan penyebaran informasi yang tidakterverifikasi, media diharapkan mampu menghadirkan pemberitaan yang edukatif sertamembangun opini publik yang konstruktif. Dengan demikian, masyarakat tidak mudahterpengaruh oleh isu-isu yang dapat memicu keresahan atau konflik. Ia menekankan bahwaketerbukaan informasi publik merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mewujudkantransparansi dan akuntabilitas, yang pada akhirnya akan memperkuat kepercayaan masyarakatterhadap institusi negara. Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Maluku melalui Wakil Gubernur Abdullah Vanath turutmengingatkan pentingnya menjaga harmoni dan memperkuat toleransi antarumat beragama, terutama karena perayaan Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi berlangsung dalam waktu yang berdekatan. Abdullah Vanath menilai bahwa masyarakat Maluku memiliki pengalaman panjangdalam menjaga kebersamaan, sehingga diharapkan mampu mempertahankan kondisi yang amandan damai. Ia menegaskan bahwa masyarakat saat ini telah menunjukkan kedewasaan dalamkehidupan sosial, sehingga tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang berupaya memecahbelah persatuan. Abdullah Vanath juga mengingatkan bahwa pengalaman masa lalu harus dijadikan pelajaran agar konflik serupa tidak kembali terulang. Menurutnya, tidak ada alasan bagi masyarakat untukkembali pada situasi yang pernah menimbulkan perpecahan. Justru, momentum perayaankeagamaan harus dimanfaatkan untuk memperkuat rasa persaudaraan dan saling menghormati. Dalam konteks ini, toleransi bukan hanya menjadi konsep normatif, tetapi harus diwujudkandalam sikap nyata, seperti menghormati pelaksanaan ibadah masing-masing umat beragama. Langkah konkret juga ditunjukkan melalui koordinasi yang dilakukan Pemerintah ProvinsiMaluku dengan forum komunikasi pimpinan daerah, tokoh agama, serta aparat keamanan. Sinergi ini bertujuan memastikan bahwa seluruh potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini, sehingga perayaan hari besar keagamaan dapat berlangsung dengan aman dan lancar. Pendekatankolaboratif ini menunjukkan bahwa stabilitas tidak dapat dicapai secara parsial, melainkanmelalui kerja sama yang terintegrasi. Hal senada juga disampaikan Kapolda Nusa Tenggara Barat Irjen Pol Edy Murbowo S.I.K. M.Si. yang mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan danketertiban wilayah saat perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Dalam keterangannya, Irjen Edy Murbowo menekankan pentingnya menjagakebersamaan dan memperkuat nilai-nilai toleransi sebagai fondasi utama dalam menciptakanstabilitas keamanan. Ia menilai bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk hiduprukun, melainkan kekuatan yang dapat memperkokoh persatuan. Irjen Edy Murbowo juga melihat bahwa momentum perayaan dua hari besar keagamaan yang berdekatan dapat menjadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan antarumat beragama. Iamengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan masing-masing agar tetapaman dan kondusif, sehingga seluruh rangkaian perayaan dapat berjalan dengan tertib dan penuhkedamaian. Seruan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keamanan bukan hanya tanggungjawab aparat, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh warga. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah telah menunjukkan berbagai capaian signifikan dalammenjaga stabilitas nasional, mulai dari keberhasilan mengendalikan inflasi terutama saat haribesar keagamaan, peningkatan efektivitas pengamanan arus mudik melalui koordinasi lintasinstansi, hingga penguatan layanan publik berbasis digital yang semakin memudahkanmasyarakat dalam mengakses informasi dan layanan. Selain itu, upaya memperkuat moderasiberagama serta pendekatan humanis yang dilakukan aparat keamanan juga berkontribusi dalammenciptakan suasana yang lebih kondusif di berbagai daerah, sehingga kepercayaan publikterhadap pemerintah terus meningkat. Dengan melihat berbagai upaya yang telah dilakukan oleh aparat keamanan, pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat, dapat disimpulkan bahwa menjaga situasi kondusif saat Idul Fitrimembutuhkan komitmen bersama yang berkelanjutan. Sinergi antara media, pemerintah, danmasyarakat harus terus diperkuat agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi dengan baik. Oleh karena itu, seluruh elemen bangsa diajak untuk terus menjaga persatuan, meningkatkantoleransi, serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan damai, sehinggamomentum Idul Fitri benar-benar menjadi ajang mempererat kebersamaan dan memperkuatharmoni sosial di Indonesia. *) Peneliti Keamanan Dalam Negeri dan Komunikasi Publik
- Advertisement -

Baca berita yang ini