Ini Berkah Pertemuan Jokowi dan PM Jepang untuk Indonesia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Di balik kunjungan Perdana Menteri (PM) Jepang yang baru Yoshihide Suga ke Indonesia ternyata membawa keberkahan bagi Indonesia seperti diungkapkan Presiden Jokowi. Setidaknya ada empat perusahaan besar yang ingin merelokasi pabrik dan meluaskan investasi ke Indonesia.

Keempatnya adalah Denso, Sagami, Panasonic, Toyota dan masih banyak perusahaan lainnya menyusul.

“Di bidang ekonomi, saya menyambut baik relokasi dan perluasan investasi perusahaan Jepang ke Indonesia,” ujar Jokowi melalui pernyataan tertulisnya, Rabu 21 Oktober 2020.

Jokowi juga mengungkapkan kerja sama dengan Jepang yang saling mendukung dalam memerangi pandemi Covid19.

Menurut Jokowi, Jepang adalah mitra penting Indonesia dalam melakukan mitigasi Pandemi Covid19.

Terakhir, Jokowi menegaskan Kawasan Laut Cina Selatan harus menjadi laut yang damai dan stabil.

Semua negara yang berkepentingan di kawasan itu harus menghormati hukum internasional terutama UNCLOS 1982.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Anggaran Pendidikan Naik, Bukan Turun: Meluruskan Isu MBG dan APBN 2026

Oleh : Dr. Ahmad Budidarma, S.Kom, MM Penelaah Teknis Kebijakan Direktorat Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemdikdasmen Belakangan ini, ruang publik diramaikan oleh narasi bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah “menggerus” anggaran pendidikan. Isu tersebut menyebar luas di media sosialdan sebagian ruang diskusi publik, memunculkan kekhawatiran bahwa komitmen negara terhadap sektor pendidikan tengah mengalami penurunan. Kekhawatiran ini tentu dapatdipahami. Pendidikan adalah fondasi masa depan bangsa; setiap perubahan alokasi anggaranselalu sensitif dan mudah memicu respons emosional. Namun, bila kita merujuk pada dokumen resmi pemerintah dalam Rancangan APBN 2026 serta penjelasan yang disampaikan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia, fakta yang muncul justru sebaliknya: anggaran pendidikan tahun 2026 mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah tetap menjaga amanat konstitusi untuk mengalokasikan sekurang-kurangnya 20 persen dari total belanja negara untuk fungsi pendidikan. Artinya, secara normatif dan fiskal, komitmen tersebut tetap terpelihara. Kenaikan ini juga tercermin pada pagu anggaran Kementerian Pendidikan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini