Viral! Curhatan Wanita yang Dikira Pengemis karena Penampilannya Kayak Orang Bangun Tidur

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Tak jarang orang hanya menilai orang lain dari penampilan luarnya saja. Maka kesalahpahaman pun kerap terjadi, seperti yang dialami akun TikTok @typauline yang curhatannya viral.

Perempuan bernama Pauline itu menceritakan pernah mendapat pengalaman tak mengenakkan saat makan di restoran masakan Padang. Penampilan yang seperti orang bangun tidur dianggap sebagai orang tidak mampu dan hendak diberi makan gratis.

Di postingan videonya yang viral, ia menuliskan caption, “Bingung harus seneng apa sedih gitu lohh dikasih makanan gratis,” tulis akun Tiktok @typauline.

Pauline kemudian menceritakan di mana ia dikira seorang yang tidak mampu. “Jangan masih belum kerja, setiap pagi gue nganter nyokap ke kantor,” tulisnya di awal video.

Saat mengantar ibunya ke kantor hanya menggunakan pakaian yang biasa dipakai di rumah, yakni kaos dan celana pendek. “Bentukan gue ya orang baru bangun tidur, kaos, celana pendek, rambut no catok,” jelasnya.

Pulang dari mengantar ibunya, ia pun mampir ke restoran Padang.
Di warung padang tersebut, ia hanya memesan nasi, telor, kuah gulai dan kuah rendang karena dia memang sedang makan yang berkuah.

Setelah dirinya memesan makanan tersebut, tiba-tiba Uda di rumah masakan padang tersebut mendatanginya dan memberi pengunggah video Tiktok ini rendang. “Tiba2 uda nya nyamperin, trus ngasih rendang… katanya ‘Gratis, makan aja’,” tulisnya.

Ia pun merasa bingung kenapa tiba-tiba dirinya diberi rendang gratis. Ternyata pegawai RM Padang tersebut mengira @typauline adalah orang yang tidak mampu.

“Eh uni nya teriak dari depan ‘Udaaa salah, dia bawa mobil kok!!’ Ternyata gue dikira ga mampu bayar buat makan.. atau (maaf) gemb3l gitu…..,” ujarnya.

Akhirnya, pemilik dan pengunggah video ini membayar ke kasir dengan uang seratus ribuan. “Akhirnya langsung selesai, trus pas bayar pake Rp100ribuannn….. MON MAAP,” pungkasnya.

@typauline

Bingung harus seneng apa sedih gitu lohh dikasih makanan gratissss…. #fyp #xyzbca #nasipadang #pengalamanhidup

♬ I am at ur moms house – Elizabeth Chetwynd

Hingga berita ini dibuat, video Pauline sudah ditonton lebih dari 600 ribu kali dan mendapat beragam komentar dari warganet. Banyak dari mereka juga turut menuliskan pengalaman yang serupa.

“Gua pernah ngambil paket dari paxel keluar dasteran belom mandi, pas di cek penerima paketnya di aplikasi tulisannya “pembantu” mon maaafff,” Kata muliamalia.

“Yang paling sering terjadi ketika lagi liat-liat baju trus dikiranya kita yang jaga toko :),” komentar firr.

“Lah saya waktu ngekos, ada bapak-bapak minta sumbangan, gua lagi nyapu pake daster bolong ditanya “mba majikannya yang punya rumah mana?”,” tulis Retno Ramadhanti.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Mendukung Instensifikasi Respons Dini Menekan Dampak PHK terhadap Masyarakat

*) Oleh : Prinsa AlisaDinamika perekonomian global yang masih diwarnai ketidakpastian memberikantantangan tersendiri bagi dunia usaha dan sektor ketenagakerjaan di Indonesia. Dalam situasi tersebut, pemerintah terus menunjukkan komitmennya untuk melindungimasyarakat melalui berbagai langkah strategis guna mengantisipasi dan meminimalkan dampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Upaya intensifikasirespons dini yang dilakukan pemerintah patut mendapatkan dukungan dari seluruhelemen masyarakat karena menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonominasional sekaligus melindungi kesejahteraan para pekerja dan keluarganya.Langkah respons dini yang diperkuat pemerintah menunjukkan adanya kesadaranbahwa potensi PHK harus diantisipasi sebelum berkembang menjadi permasalahansosial dan ekonomi yang lebih besar. Melalui pemantauan kondisi industri secaraberkelanjutan, penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, sertakomunikasi yang lebih intensif dengan pelaku usaha, pemerintah berupayamendeteksi berbagai potensi risiko sejak awal. Pendekatan ini menjadi penting karenapenanganan yang cepat dan tepat dapat mengurangi dampak yang dirasakan oleh pekerja maupun sektor usaha.Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Dirjen PHI dan Jamsos) Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (KemnakerRI), Indah Anggoro Putri menjelaskan pemerintah terus mendorong berbagaikebijakan yang bertujuan menjaga keberlangsungan dunia usaha agar tetap mampumempertahankan tenaga kerjanya. Berbagai insentif, kemudahan berusaha, hinggaupaya menjaga iklim investasi terus dilakukan untuk menciptakan ruang tumbuh bagisektor industri. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokuspada penanganan dampak setelah PHK terjadi, tetapi juga berupaya mencegahterjadinya PHK melalui penguatan daya tahan ekonomi dan dunia usaha.Selain itu, pengembangan program peningkatan keterampilan dan pelatihan kerjamenjadi salah satu bentuk nyata respons pemerintah dalam menghadapi perubahankebutuhan pasar tenaga kerja. Transformasi ekonomi dan perkembangan teknologimenuntut tenaga kerja memiliki kompetensi yang semakin adaptif. Melalui berbagaiprogram pelatihan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemerintahberupaya memastikan bahwa pekerja Indonesia tetap memiliki daya saing dan peluang kerja yang luas di tengah perubahan ekonomi yang berlangsung cepat.Dukungan terhadap respons dini pemerintah juga penting karena dampak PHK tidakhanya dirasakan oleh individu yang kehilangan pekerjaan, tetapi juga memengaruhikondisi ekonomi keluarga dan masyarakat sekitar. Ketika lapangan kerja dapatdipertahankan dan risiko PHK dapat ditekan, daya beli masyarakat akan tetap terjaga. Stabilitas konsumsi rumah tangga pada akhirnya akan mendukung pertumbuhanekonomi nasional yang lebih kuat dan berkelanjutan. Oleh karena itu, keberhasilanlangkah pemerintah dalam melakukan mitigasi risiko ketenagakerjaan akanmemberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.Pakar demografi dan ketenagakerjaan terkemuka dari Universitas Gadjah Mada(UGM), Tadjuddin Noer Effendi menjelaskan di tingkat daerah, penguatan respons dinidapat membantu pemerintah daerah dan pelaku usaha mengambil langkah antisipatifyang lebih efektif. Informasi yang diperoleh lebih cepat memungkinkan berbagai pihakmenyiapkan solusi sebelum terjadi gejolak ketenagakerjaan yang lebih besar. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan setiap kebijakan dapat berjalansecara optimal dan tepat sasaran.Dukungan terhadap langkah pemerintah juga perlu diwujudkan melalui partisipasi aktifberbagai pemangku kepentingan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini