Netizen Unggah Ambulans Partai yang Selamat dari Kerusuhan 8 Oktober

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sebuah akun twitter bernama Tukang TambaL @tomat_gula mengunggah dua gambar ambulans yang menurutnya berada di tengah unjuk rasa rusuh 8 Oktober 2020. Satu gambar ambulans yang dihancurkan di Yogyakarta dan satu lagi ambulans bergambar lambang sebuah partai politik, diunggah 9 Oktober 2020.

Akun tersebut tidak menjelaskan banyak dalam komentarnya, hanya menuliskan selarik kata, “Yg di demo DPR yg hancur mobil Ambulance yg selamat mobil Partai.”

Tidak dijelaskan dengan rinci lokasi terjadinya penghancuran ambulans tersebut. Satu-satunya kata yang menjelaskan soal tempat adalah tulisan di salah satu gambar itu, “deretan mobil polisi hancur akibat ricuh di DPRD Yogyakarta.”

Jika ditilik dari narasinya, tampaknya sang pemilik akun sedang mencoba mengungkap keterlibatan partai politik dalam kerusuhan yang berkedok protes Omnibus Law UU Cipta Kerja (Ciptaker).

Namun, si pemilik akun tidak menjelaskan dengan rinci di mana lokasi ambulans milik partai tersebut berada ada.

Dalam gambar itu ambulans berwarna biru tersebut sedang dibuka bagasi belakangnya dan dibuat duduk para pengunjuk rasa.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Menjaga Aspirasi Tetap Murni di Tengah Agenda Pemulihan Ekonomi

Oleh: Dhita Karuniawati )*Demokrasi memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik, masukan, dan aspirasi kepada pemerintah. Kebebasan berpendapat menjadi salah satu fondasipenting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara karena memungkinkan lahirnyakebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan publik. Namun, di tengah upayamemperkuat pemulihan ekonomi nasional, penyampaian aspirasi perlu tetap dijagaagar tidak kehilangan substansinya akibat tindakan yang justru merugikan masyarakatluas.Demonstrasi merupakan instrumen demokrasi yang sah dan telah menjadi bagian dariperjalanan sejarah Indonesia. Berbagai perubahan kebijakan lahir dari dialog yang diawali oleh kritik masyarakat. Oleh karena itu, penyampaian aspirasi yang dilakukansecara damai dan bertanggung jawab bukan hanya menjadi hak warga negara, tetapijuga bentuk partisipasi aktif dalam pembangunan nasional.Di era digital, dinamika penyampaian aspirasi tidak lagi hanya terjadi di ruang publik, tetapi juga di media sosial. Informasi dapat menyebar dalam hitungan detik dan memengaruhi persepsi masyarakat secara luas. Kondisi ini membuka peluang bagimunculnya disinformasi, provokasi, maupun narasi yang dapat memperkeruh situasiapabila tidak disikapi secara bijaksana. Karena itu, kedewasaan dalam bermedia sosialmenjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga kualitas demokrasi.Dalam konteks tersebut, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengajakmahasiswa untuk menjaga ketertiban dalam menyampaikan aspirasi sertameningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran hoaks dan berbagai bentukprovokasi di ruang digital yang berpotensi memicu eskalasi situasi. Imbauan tersebutjuga menekankan pentingnya penggunaan media sosial secara bertanggung jawabagar ruang digital tidak menjadi sarana penyebaran informasi yang menyesatkan dan dapat mengganggu stabilitas sosial. Pesan tersebut menjadi relevan mengingat ruang digital kini memiliki pengaruh besarterhadap dinamika di lapangan. Narasi yang dibangun melalui media sosial mampumenggerakkan opini publik, bahkan memicu tindakan spontan yang belum tentudidasarkan pada informasi yang utuh. Oleh sebab itu, literasi digital menjadi kebutuhanmendesak agar masyarakat dapat memilah informasi secara kritis sebelummenyebarkannya.Di sisi lain, organisasi kemahasiswaan juga menunjukkan komitmen terhadappenyampaian aspirasi yang bermartabat. Ketua Umum Pimpinan Pusat KesatuanMahasiswa Hindu Dharma Indonesia...
- Advertisement -

Baca berita yang ini