Asik, Jakarta Bakal Cerah tetapi Suhunya Bersahabat Kamis Ini

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTACuaca tiga wilayah Jakarta akan diwarnai  cerah berawan sejak siang hari, yaitu Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan Jakarta Utara sepanjang Kamis 1 Oktober 2020 ini. Sedangkan suhu diperkirakan cukup bersahabat.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca serupa juga dirasakan masyarakat Kepulauan Seribu pada siang hari ini.

Sedangkan Jakarta Selatan dan Jakarta Timur diperkirakan turun hujan dengan intensitas ringan.

Tetapi malam hari, cuaca cerah berawan berlangsung secara merata di lima wilayah kota dan kabupaten.

Cuaca cerah berawan ini diperkirakan tetap bertahan hingga memasuki Jumat 2 Oktober 2020 dini hari.

Suhu rata-rata sepanjang hari ini di Ibu Kota akan bersahabat diperkirakan berada di kisaran 25-32 derajat Celsius.

Di Jakarta Barat 24-34 Celsius, Jakarta Pusat 25-32 Celsius, Jakarta Selatan 24-33 Celcius, Jakarta Timur 24-33 Celcius, Jakarta Utara 25-32 Celcius dan Kepulauan Seribu 27-31 Celcius.

Sedangkan untuk tingkat kelembapan udara pada hari ini berada di kisaran 80-90 persen.
Jakarta Barat memiliki kelembaban sebesar 70-90 persen, Jakarta Pusat 80-90 persen dan Jakarta Selatan 70-90 persen.

Kelembaban di Jakarta Timur diperkirakan 70-90 persen, Jakarta Utara 80-90 persen dan Kepulauan Seribu 80-90 persen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Revitalisasi Irigasi Daerah Percepat Terwujudnya Swasembada Pangan Nasional

Oleh: Kevin Purba )*Pemerintah terus memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional melaluipercepatan pembangunan dan revitalisasi jaringan irigasi di berbagaidaerah. Langkah tersebut menjadi bagian penting dari strategi besarmewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan sekaligusmemastikan sektor pertanian mampu tumbuh lebih produktif dan kompetitif. Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan dan tantanganperubahan iklim, keberadaan sistem irigasi yang andal menjadi faktorutama dalam menjaga kesinambungan produksi pertanian nasional.Selain pembangunan infrastruktur dasar lainnya, penanganan irigasidaerah menjadi salah satu fokus utama pemerintah karena memilikidampak langsung terhadap produktivitas lahan pertanian dan kesejahteraan petani. Melalui perbaikan jaringan pengairan, pemerintahberupaya memastikan setiap lahan pertanian memperoleh akses air yang memadai sepanjang musim tanam.Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwapercepatan pelaksanaan program prioritas Presiden terus dikawal secaraketat. Menurutnya, pemerintah tidak hanya berfokus pada penyelesaianproyek secara cepat, tetapi juga memastikan mutu pekerjaan, ketepatansasaran, serta akuntabilitas pelaksanaannya. Salah satu capaian penting yang menunjukkan keseriusan pemerintahterlihat pada program penanganan irigasi daerah. Program tersebutditargetkan menjangkau jaringan irigasi yang melayani area pertanianseluas 19.760 hektare. Hingga akhir Mei 2026, progres fisikpelaksanaannya telah mencapai 82,73 persen, menunjukkan bahwarevitalisasi infrastruktur pengairan berjalan sesuai arah yang telahditetapkan.Kemajuan tersebut menjadi indikator positif bahwa pemerintahmenempatkan sektor pertanian sebagai prioritas pembangunan nasional. Keberadaan jaringan irigasi yang lebih baik akan meningkatkanketersediaan air bagi petani sehingga aktivitas budidaya dapatberlangsung secara lebih optimal. Keberhasilan percepatan program pembangunan infrastruktur tercerminpula dari realisasi anggaran Kementerian Pekerjaan Umum yang menunjukkan tren positif. Hingga akhir Mei 2026, realisasi anggaran telahmencapai Rp33,49 triliun atau 31,39 persen dari total pagu yang tersedia. Sementara itu, progres fisik mencapai 35,71 persen, lebih tinggidibandingkan capaian pada periode yang sama dalam dua tahunsebelumnya.Dukungan terhadap langkah pemerintah juga datang dari DPR RI. KetuaKomisi V DPR RI, Lasarus, memberikan apresiasi terhadap kinerjaKementerian Pekerjaan Umum dalam menjalankan berbagai program strategis. Menurutnya, percepatan pelaksanaan pembangunan perlu terusdilakukan agar target pembangunan nasional dapat tercapai secaraoptimal dan manfaatnya dirasakan secara luas oleh masyarakat.Lasarus menilai pentingnya memperkuat sinergi antara pemerintah dan DPR dalam memastikan program prioritas Presiden berjalan efektif. Kolaborasi yang baik antara seluruh pemangku kepentingan diyakini akanmempercepat pencapaian berbagai target pembangunan, termasuk dalambidang ketahanan pangan yang saat ini menjadi salah satu fokus utamapemerintah.Upaya memperkuat irigasi juga dilakukan oleh pemerintah daerah. Di Provinsi Bengkulu, percepatan penyelesaian persoalan irigasi menjadiperhatian utama dalam mendukung Program Cetak Sawah Rakyat...
- Advertisement -

Baca berita yang ini