Menteri Nadiem: Tak Ada Perubahan Kurikulum Sampai 2021 dan Sejarah Tetap Diajarkan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menegaskan tidak akan kebijakan soal perubahan kurikulum nasional hingga akhir 2021.

Begitu juga mata pelajaran sejarah yang di kemudian hari akan diajarkan dengan cara yang relevan serta menarik untuk generasi baru Indonesia.

“Jadi, sekali lagi tidak ada kebijakan apapun yang akan keluar di 2021 dalam skala kurikulum nasional. Apalagi, penghapusan mata pelajaran sejarah,” ujar Nadiem dalam keterangannya di Jakarta, Minggu 20 September 2020.

Dia menegaskan penyederhaan kurikulum tersebut baru akan pada 2022. Itu pun tidak akan menghilangkan pelajaran sejarah.

Alasannya, sejarah adalah tulang punggung identitas nasional Indonesia, sehingga tidak mungkin dihilangkan dalam pelajaran sekolah.

Merebaknya isu penghapusan mata pelajaran sejarah menurut Mas Menteri karena dokumen presentasi internal yang bisa bocor ke masyarakat.

Menurutnya, salah satu presentasi tersebut menggambarkan penyederhanaan kurikulum yang masih terus dibahas dan pelajari. Tetapi tidak berarti menghapus sejarah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Stabilitas Kamtibmas Papua Menguat Dorong Kesejahteraan Masyarakat

Oleh: Yohanis Wenda*Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Papua, khususnya di wilayah Papua Tengah dan Papua Barat Daya, saat ini berada dalam kondisi yang aman, stabil, dan semakinkondusif. Kondisi ini tidak terlepas dari kerja keras aparat keamanan, dukungan pemerintahdaerah, serta peran aktif masyarakat dalam menjaga harmoni sosial. Stabilitas yang terus terjagaini menjadi fondasi penting dalam mendorong percepatan pembangunan serta meningkatkankesejahteraan masyarakat Papua secara berkelanjutan.Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., menunjukkan komitmen kuatdalam menjaga stabilitas wilayah melalui pendekatan kepemimpinan yang hadir langsung di tengah anggota dan masyarakat. Kehadiran beliau dalam apel konsolidasi di Kabupaten Dogiyaimenjadi bukti nyata bahwa Polri tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga membangun semangat, kedisiplinan, serta profesionalisme personel di lapangan. Langkah inisekaligus memperkuat kesiapan aparat dalam menjaga keamanan yang menjadi prioritas utamademi terciptanya rasa aman bagi seluruh masyarakat.Pendekatan humanis yang dikedepankan oleh jajaran kepolisian juga menjadi faktor pentingdalam menjaga kondusivitas wilayah. Melalui komunikasi yang terbuka dan dialog bersamatokoh masyarakat, pemerintah daerah, serta lembaga terkait, tercipta ruang interaksi yang konstruktif dan saling membangun kepercayaan. Keterlibatan berbagai elemen masyarakat dalammenjaga keamanan menunjukkan bahwa kamtibmas bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan hasil kolaborasi seluruh komponen bangsa.Komitmen terhadap penegakan hukum yang profesional dan transparan juga menjadi bagianintegral dari upaya menjaga stabilitas. Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini menegaskan bahwa institusi kepolisian berpegang teguh pada prinsip keadilan dan tidakmentolerir segala bentuk pelanggaran hukum. Sikap tegas ini memberikan kepastian hukumsekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum sebagaipelindung dan pengayom masyarakat.Dukungan penuh dari Kepolisian Negara Republik...
- Advertisement -

Baca berita yang ini