Waspada Moms! Balita Ini Terbakar Saat Main Hand Sanitizer

Baca Juga

MATA INDONESIA, BANGKOK – Kecelakaan pada anak-anak sering terjadi ketika orang tua tidak mengawasi buah hatinya. Anak-anak dapat terluka jika dibiarkan main sendiri, mereka masih kecil dan belum mengerti bahaya.

Pada Sabtu 26 Agustus 2020, seorang bocah tiga tahun di Thailand dilaporkan terbakar ketika dia bermain dengan hand sanitizer berbasis alkohol. Sebelum sekolah balita yang diketahui bernama Captain Chuenbubpha sedang bermain bersama kakaknya, Nonoe yang berusia lima tahun.

Bocah tiga tahun itu kemudian mengambil hand sanitizer dan mengoleskannya ke lengan dan tangan, serta terciprat ke seragamnya. Kemudian dia menyemprotnya ke Nonoe, di mana si kakak balik bercanda dengan menyiramkannya ke adiknya.

Dilansir dari Daily Mirror, Selasa 1 September 2020, dua anak itu kemudian mengambil korek yang terletak di laci kamar tidur orangtua mereka. Sang kakak, Nonoe kemudian menyalakan korek tersebut.

Captain, yang saat itu baju seragamnya terdapat hand sanitizer, langsung terbakar dalam beberapa detik dan berteriak kesakitan. Mendengar teriakan Captain, pamannya, Thanwa Chuenbubpha, yang saat itu tengah sarapan di ruangan bawah segera pergi ke atas begitu mendengar jeritan Captain.

Pemuda 26 tahun itu mengungkapkan, dia begitu terkejut dan tak tahu harus berbuat apa saat leher, dada, dan lengan keponakannya terbakar.

“Saya segera berlari begitu mendengar mereka menangis. Saya melakukan apa yang saya bisa sebelum anak itu terbakar lebih lanjut,” papar Thanwa.

Dia menuturkan berusaha memadamkan apinya menggunakan tangan kosong sebelum berhasil merobek seragam Captain dan melemparkannya. “Saya berusaha menahan agar apinya tidak cepat menyebar. Apinya kemudian mati dengan cepat, tetapi keponakan saya menderita luka bakar,” kata dia.

Akibat dari insiden tersebut, Captain segera dilarikan ke rumah sakit terdekat. Dia menderita luka bakar ringan dan pulang setelah dirawat selama satu malam.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Moratorium SPPG dan Komitmen Menjaga Keberlanjutan Program Gizi Nasional

Oleh : Antonius UtomoKeputusan pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memberlakukan moratorium pembangunan dan pendaftaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) barumemunculkan beragam respons di tengah masyarakat. Sebagian pihak menilai kebijakantersebut sebagai langkah yang berpotensi memperlambat perluasan Program Makan BergiziGratis (MBG), sementara sebagian lainnya melihatnya sebagai upaya strategis untukmemperkuat fondasi program sebelum dilakukan ekspansi lebih lanjut. Di tengah berbagaipandangan tersebut, satu hal yang perlu dipahami adalah bahwa moratorium bukanlahpenghentian program, melainkan bagian dari proses evaluasi guna memastikan keberlanjutandan kualitas layanan gizi nasional.Program MBG merupakan salah satu agenda prioritas pemerintah dalam memperkuat kualitassumber daya manusia Indonesia. Sejak diluncurkan, program ini terus mengalami perluasancakupan dengan dukungan ribuan SPPG yang tersebar di berbagai daerah. Bahkan, BGN mencatat pembangunan puluhan ribu SPPG dalam kurun waktu yang relatif singkat sebagaibentuk percepatan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya peserta didik dan kelompok rentan. Di saat yang sama, skala program yang semakin besar menuntut adanyasistem tata kelola yang semakin kuat dan terukur.Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Trenggono menegaskan bahwa moratorium...
- Advertisement -

Baca berita yang ini