Hidup di Penjara Lalu Diceraikan Istri, Galih Ginanjar Ikhlas

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Galih Ginanjar yang masih mendekam di penjara karena kasus ‘bau ikan asin’, telah resmi diceraikan oleh Barbie Kumalasari. Perceraian ini ternyata sudah berlangsung tiga bulan.

“Tiga bulan lalu. Aku sampaikan ke partner aku, karena dia yang jenguk Galih ke Polda, akhirnya banyak dikasih penjelasan, ya butuh waktulah untuk Galih mengerti dan akhirnya Galih bisa mengerti,” kata Barbie di Jakarta, Sabtu 29 Agustus 2020.

Ia menyebut, Galih sudah ikhlas menerima perceraian tersebut. Seperti diketahui, kedua pasangan ini menikah secara siri, namun belum dikaruniai anak.

Barbie berharap, Galih Ginanjar hidup normal usai bebas dari tahanan, dan mampu menjalani hidup seperti sebelum menikah dengannya.

“Udah mengerti udah menerima, setelah Galih keluar tahanan juga Galih seperti Galih dulu bekerja di entertainment,” ujarnya.

Bahkan, Barbie sudah bicara ke keluarga Galih soal perceraian mereka. Ia mengaku, keluarga Galih juga sudah ikhlas dengan keputusan tersebut.

“Udah sih sama mamanya, untuk keluarga Galih yang mana baiknya aja, yg jalanin berdua, yang penting silaturahmi nggak terputus,” katanya menambahkan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi: Dari Sumber Daya ke Kesejahteraan Rakyat

Oleh: Bima Cahya Saputra *)Hilirisasi sumber daya alam telah menjadi poros penting dalam strategi pembangunan ekonomiIndonesia yang berorientasi pada nilai tambah. Selama bertahun-tahun, pola ekonomi berbasisekspor bahan mentah menempatkan Indonesia dalam posisi rentan terhadap fluktuasi hargaglobal dan ketergantungan pada industri luar negeri. Oleh karena itu, transformasi menujuhilirisasi bukan sekadar pilihan kebijakan, melainkan kebutuhan struktural untuk memperkuatfondasi ekonomi nasional. Dalam konteks ini, hilirisasi menjadi jembatan yang menghubungkan kekayaan sumber daya dengan peningkatan kesejahteraan rakyat secarakonkret. Dengan arah kebijakan yang tepat, Indonesia memiliki peluang besar untuk keluardari jebakan negara pengekspor bahan mentah menuju negara industri yang berdaya saingtinggi.Lebih lanjut, sektor kelapa sawit menjadi contoh konkret bagaimana hilirisasi mampumenggerakkan roda ekonomi secara inklusif dan berkelanjutan. Kementerian Pertanian melalui Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi, Moch Arief Cahyono, menegaskan bahwahilirisasi crude palm oil merupakan strategi kunci dalam memperkuat ekonomi nasionalsekaligus mendorong kemandirian energi. Indonesia yang menguasai lebih dari 60 persenproduksi global CPO memiliki posisi tawar strategis untuk mengendalikan rantai nilai industrisawit dunia. Dengan memperkuat sektor hilir, Indonesia tidak lagi hanya menjadi pemasokbahan baku, tetapi bertransformasi menjadi produsen produk turunan bernilai tinggi sepertibiodiesel dan oleokimia. Lebih lanjut, Moch Arief Cahyono juga menekankan bahwa kekuatan sumber daya sawit yang dimiliki Indonesia membuka peluang besar untuk menentukan arah pasar energi alternatifglobal yang lebih berkelanjutan. Tingginya kebutuhan dunia terhadap energi berbasis nabatimenjadikan Indonesia sebagai aktor kunci dalam transisi energi global. Dalam kerangkatersebut, hilirisasi tidak hanya memperkuat struktur industri nasional, tetapi juga menciptakanefek ekonomi berantai yang luas. Lapangan kerja baru terbuka, investasi meningkat, sertaaktivitas ekonomi daerah ikut terdorong secara signifikan. Dengan demikian, hilirisasi sawittidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pemerataan kesejahteraan.Di sisi lain, penguatan hilirisasi pada sektor energi, khususnya minyak dan gas, menjadilangkah strategis dalam memperkokoh ketahanan ekonomi nasional. Pengamat KebijakanPublik, Dr. Eko Wahyuanto, menilai bahwa penguasaan hilirisasi migas berbasis industri hijaumerupakan visi pembangunan yang bertujuan memutus rantai eksploitasi bahan mentahdomestik. Transformasi dari sektor hulu ke hilir akan mengubah wajah Indonesia dari negara konsumen menjadi negara produsen energi bernilai tambah. Dengan membangun industri yang memiliki kedalaman struktur dari hulu hingga hilir, Indonesia akan memiliki daya tahanekonomi yang lebih kuat. Hal ini menjadi krusial di tengah dinamika global...
- Advertisement -

Baca berita yang ini