PSG Kibar Bendera Putih dalam Perburuan Messi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Harapan Paris Saint-Germain (PSG) mendatangkan mega bintang Lionel Messi dari Barcelona pupus.

PSG dipastikan berhenti berburu Messi. Pasalnya, klub ibu kota Prancis itu khawatir keuangan klub jadi berantakan, karena saat ini sudah ada dua pemain yang gajinya begitu fantastis, yakni Neymar dan Kylian Mbappe.

Dikutip dari ESPN, Neymar mendapatkan gaji 32 juta euro per tahun di PSG, sedangkan Mbappe di kisaran 21 juta euro per tahun. Sementara Messi, digadang-gadang gajinya lebih besar dari kedua pemain tersebut.

Selain itu, kedatangan Messi juga bisa menjadi tantangan klub menghadapi peraturan financial fair play atau FFP.

Dengan mundurnya PSG, kans Manchester City mendatangkan La Pulga ke Inggris kian besar. Apalagi, Messi belakangan ini terus melontarkan pernyataan bahwa ia ingin meninggalkan Barcelona.

Jadi, kira-kira, siapakah yang nantinya akan mendapatkan tandatangan Messi? Ataukah ia memilih bertahan di Barcelona?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini