Ini Waktu Mustajab untuk Berdoa di Hari Rabu

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Berdoa memang bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. Sebab, semua hari adalah baik dan Allah SWT akan selalu mendengar doamu. Akan tetapi, ada baiknya kamu berdoa di hari-hari tertentu yang dimuliakan Allah SWT.

Dari Jabir bin Abdullah RA diriwayatkan, Rasulullah SAW berdoa tiga kali di Masjid Al-Fath, yakini Senin, Selasa dan Rabu. Di hari Rabu ini, Rasulullah berdoa di antara dua waktu shalat, yakni Zuhur dan Ashar.

Rasulullah SAW meyakini bahwa waktu tersebut merupakan waktu yang mustajab untuk berdoa di hari Rabu. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Muslim, Allah SWT menciptakan cahaya pada hari rabu. Itulah salah satu keistimewaan hari Rabu dalam agama Islam.

Berikut adalah doa hari Rabu yang bisa kamu amalkan di waktu Zuhur dan Ashar:

Allahummahrusnaa bi’ainikal latii laa tanam, ruknikal ladzii laa yuraam, wa biasmaaikal, idzaam wa shalii ‘alaa muhammadin wa aalihi, wahfadz ‘alainaa maa lau hafidzahu ghairuka dhaa’a, wastur ‘alainaa maa lau satarahu ghairuka syaa’a, waj’al kulla dzalika lanaa mithwaa’an, innaka sami’ud du’aa, qariibun mujiib.

“Ya Allah jagalah kami dengan mata-Mu yang tidak pernah tidur, dan tiang-Mu yang tidak pernah melemah serta dengan nama-Mu yang agung dan sampaikanlah shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, jagalah kami sebab selain diri-Mu yang menjaganya niscaya ia akan lalai dan tutupilah aib kami sebab andaikan selain-Mu yang menutupinya niscaya justru ia akan menyingkap aib tersibut.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Bonus Hari Raya Ojol, Kesejahteraan Bagi Gig Worker

Oleh: Alexander Royce*) Transformasi ekonomi digital Indonesia dalam satu dekade terakhir telah melahirkan jutaanpekerja sektor informal berbasis aplikasi atau gig worker. Di antara mereka, pengemudi ojek online (ojol) menjadi tulang punggung mobilitas dan distribusi barang, terutama di momen-momen krusial seperti Ramadan dan Idulfitri. Tahun ini, kabar mengenai pencairan Bonus Hari Raya (BHR) bagi para pengemudi ojol menjadi angin segar yang tidak hanya berdampak pada kesejahteraan pekerja, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi nasional. Langkah pemerintah memastikan kembali pemberian Bonus Hari Raya bagi pengemuditransportasi daring menunjukkan keberpihakan yang nyata terhadap pekerja sektor informal digital. Kebijakan ini relevan dengan situasi terkini, di mana daya beli masyarakat menjadi salah satu kunci menjaga stabilitas ekonomi menjelang Lebaran 2026. Dengan lebih dari 850 ribupengemudi yang dipastikan menerima bonus tahun ini, dampaknya tidak bisa dipandang sebelahmata. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, memastikan bahwa para pengemudi ojol kembalimendapatkan Bonus Hari...
- Advertisement -

Baca berita yang ini