Bangga! Sederet Film Indonesia Ini Pernah Tayang di Luar Negeri

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTAPerfilman Indonesia saat ini perlu di acungi jempol. Pasalnya, kini film hasil anak bangsa berkembang dengan pesat bahkan mampu bersaing dengan film-film internasional.

Kualitas dari film Indonesia pun bak naik level. Kerja keras para sineas film Tanah Air tak bisa diremehkan karena bukti prestasinya yang berhasil membawa nama Indonesia sampai ke dunia.

Membanggakan banget kan? Simak yuk sederet film asal Indonesia yang berhasil sukses diluar negeri.

  1. Laskar Pelangi
Laskar Pelangi

Perdana tayang pada tahun 2009, Laskar Pelangi menjadi salah satu film paling disukai sepanjang masa. Tak hanya jalan ceritanya, tapi juga akting para pemain dan pemandangan khas kota Bangka, Belitung yang juga jadi sororan dunia.

Film yang diadaptasi dari novel dengan judul serupa karya Andrea Hirata dan sukses disutradarai oleh Riri Riza ini berkisah tentang kehidupan 10 anak di sebuah sekolah Muhammadiyah di Belitung yang penuh dengan keterbatasan.

Gak cuma sukses di Indonesia, Laskar Pelangi juga berhasil mendapat penghargaan dari festival internasional salah satunya, International Festival of Film for Children and Young Adults di Hamedan, Iran sebagai The Golden International Film.

2. Gundala

Gundala

Buat kamu pecinta superhero, kamu wajib nonton pahlawan super asal Indonesia, Gundala. Gundala merupakan film yang diangkat dari komik buatan Harya Suraminata.

Kemudian, ditangan sutradara Joko Anwar, Gundala berhasil berkancah di perfilman internasional lewat penayangannya di Toronto International Film Festival 2019.

Film yang dimainkan oleh aktor Abimana ini juga berhasil bersaing dengan film Hollywood seperti Knives Out, Radioactive dan Joker dalam People’s Choice Award.

3. Marlina si Pembunuh Empat Babak

Marlina si Pembunuh Empat Babak

Film yang diperankan oleh Marsha Timothy ini nyatanya menjadi salah satu film Indonesia yang sukses dan berhasil memboyong sepulun penghargaan dari 15 nominasi di Festival Film Indonesia 2018.

Gak berhenti sampai disitu, film Marlina juga masuk dalam penghargaan internasional FIFFS Maroko edisi ke-11, Catalonian International Film Festival 2017, dan film terbaik dalam Asian Next West Wave the Qcinema Film Festival Fillipina.

4. Rumah Dara

Rumah Dara

Film bergenre thriller ini juga patut diacungi jempol. Sebab, tak cuma bikin deg-degan warga Indonesia, tapi juga penonton luar negeri.

Rumah Dara disutradarai oleh Mo Brothers dan dirilis pada 2009. Film yang memiliki judul internasional, ‘Macabre’ menceritakan sekelompok muda mudi yang terjebak disebuah rumah pembunuh sadis dan bermulut manis.

Rumah Dara dibintangi aktor dan aktris ternama Indonesia seperti Julie Estelle, Shareefa Danis, Arifin Putra, Aming, Daniel Mananta dan masih banyak lagi. Film ini berhasil meraih penghargaan di Puchon International Fantastic Film Festival 2009 di Korea Selatan.

5. Pengabdi Setan

Pengabdi Setan

Terakhir, film yang sukses go internasional ialah Pengabdi Setan. Film horor Indonesia ini pertama kali tayang pada 1980. Kemudian digarap ulang oleh Joko Anwar dan tayang pada 2017.

Film yang dibintangi Tara Basro ini mendapat pencapaian yang luar biasa. Pengabdi Setan sukses meraih penghargaan Film Terbaik di ajanh Overlook Film Festival 2018.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Mendukung Instensifikasi Respons Dini Menekan Dampak PHK terhadap Masyarakat

*) Oleh : Prinsa AlisaDinamika perekonomian global yang masih diwarnai ketidakpastian memberikantantangan tersendiri bagi dunia usaha dan sektor ketenagakerjaan di Indonesia. Dalam situasi tersebut, pemerintah terus menunjukkan komitmennya untuk melindungimasyarakat melalui berbagai langkah strategis guna mengantisipasi dan meminimalkan dampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Upaya intensifikasirespons dini yang dilakukan pemerintah patut mendapatkan dukungan dari seluruhelemen masyarakat karena menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonominasional sekaligus melindungi kesejahteraan para pekerja dan keluarganya.Langkah respons dini yang diperkuat pemerintah menunjukkan adanya kesadaranbahwa potensi PHK harus diantisipasi sebelum berkembang menjadi permasalahansosial dan ekonomi yang lebih besar. Melalui pemantauan kondisi industri secaraberkelanjutan, penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, sertakomunikasi yang lebih intensif dengan pelaku usaha, pemerintah berupayamendeteksi berbagai potensi risiko sejak awal. Pendekatan ini menjadi penting karenapenanganan yang cepat dan tepat dapat mengurangi dampak yang dirasakan oleh pekerja maupun sektor usaha.Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Dirjen PHI dan Jamsos) Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (KemnakerRI), Indah Anggoro Putri menjelaskan pemerintah terus mendorong berbagaikebijakan yang bertujuan menjaga keberlangsungan dunia usaha agar tetap mampumempertahankan tenaga kerjanya. Berbagai insentif, kemudahan berusaha, hinggaupaya menjaga iklim investasi terus dilakukan untuk menciptakan ruang tumbuh bagisektor industri. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokuspada penanganan dampak setelah PHK terjadi, tetapi juga berupaya mencegahterjadinya PHK melalui penguatan daya tahan ekonomi dan dunia usaha.Selain itu, pengembangan program peningkatan keterampilan dan pelatihan kerjamenjadi salah satu bentuk nyata respons pemerintah dalam menghadapi perubahankebutuhan pasar tenaga kerja. Transformasi ekonomi dan perkembangan teknologimenuntut tenaga kerja memiliki kompetensi yang semakin adaptif. Melalui berbagaiprogram pelatihan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemerintahberupaya memastikan bahwa pekerja Indonesia tetap memiliki daya saing dan peluang kerja yang luas di tengah perubahan ekonomi yang berlangsung cepat.Dukungan terhadap respons dini pemerintah juga penting karena dampak PHK tidakhanya dirasakan oleh individu yang kehilangan pekerjaan, tetapi juga memengaruhikondisi ekonomi keluarga dan masyarakat sekitar. Ketika lapangan kerja dapatdipertahankan dan risiko PHK dapat ditekan, daya beli masyarakat akan tetap terjaga. Stabilitas konsumsi rumah tangga pada akhirnya akan mendukung pertumbuhanekonomi nasional yang lebih kuat dan berkelanjutan. Oleh karena itu, keberhasilanlangkah pemerintah dalam melakukan mitigasi risiko ketenagakerjaan akanmemberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.Pakar demografi dan ketenagakerjaan terkemuka dari Universitas Gadjah Mada(UGM), Tadjuddin Noer Effendi menjelaskan di tingkat daerah, penguatan respons dinidapat membantu pemerintah daerah dan pelaku usaha mengambil langkah antisipatifyang lebih efektif. Informasi yang diperoleh lebih cepat memungkinkan berbagai pihakmenyiapkan solusi sebelum terjadi gejolak ketenagakerjaan yang lebih besar. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan setiap kebijakan dapat berjalansecara optimal dan tepat sasaran.Dukungan terhadap langkah pemerintah juga perlu diwujudkan melalui partisipasi aktifberbagai pemangku kepentingan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini