2021, Messi Bakal Tinggalkan Barcelona?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Lionel Messi kabarnya akan meninggalkan Barcelona pada 2021 mendatang. Isu ini menguat setelah sang megabintang menyampaikan keresahannya atas kondisi di Barca yang tak menunjukkan perubahan signifikan.

Mengutip Sportskeeda, Sabtu 15 Agustus 2020, Messi juga disebut gerah karena Blaugrana tidak mendapatkan satupun gelar pada musim ini.

Keterpurukan Barcelona itu terjadi setelah dihancurkan Bayern Munchen 2-8 di babak perempat final Liga Champions di Stadion Da Luz, Sabtu dini hari WIB. Kekalahan telak itu membuat Blaugrana tersingkir dan gagal meraih trofi di musim ini.

Isu Messi akan pergi dari Barcelona beberapa kali berembus. Di musim ini, Messi terlibat perang kata-kata dengan Direktur Olahraga Eric Abidal soal pemecatan Ernesto Valverde. Usai keributan tersebut Messi diklaim mengancam hengkang.

Faktor lain yang mendorong Messi mengakhiri masa baktinya bersama Barcelona adalah kondisi mental yang terganggu dengan hasil buruk Blaugrana.

Kontrak Messi dengan Barcelona akan habis pada 30 Juni 2021. Tetapi ia bisa saja pergi ke klub lain secara gratis di musim ini sesuai klausul dalam kontraknya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Transparansi MBG: Bukti Pemerintahan Prabowo Kelola Program Rakyat dengan Hatidan Integritas

Oleh: Alexander Royce*) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subiantosejak awal dirancang bukan sekadar sebagai kebijakan sosial, melainkan sebagai investasi jangkapanjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program ini menargetkan pemenuhan gizijutaan anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita di berbagai wilayah Tanah Air. Dalamperjalanannya, MBG tidak hanya menghadirkan manfaat kesehatan dan sosial, tetapi juga menunjukkan bagaimana pemerintah berupaya membangun tata kelola program publik yang transparan dan akuntabel. Sejak diluncurkan secara bertahap pada 2025, MBG berkembang pesat dengan dukunganjaringan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah. Pada awal2026 saja, lebih dari 19 ribu SPPG telah beroperasi untuk melayani puluhan juta penerimamanfaat di seluruh Indonesia. Program ini bahkan telah menjangkau sekitar 55 juta hingga lebihdari 58 juta penerima manfaat, menjadikannya salah satu program intervensi gizi terbesar yang pernah dijalankan pemerintah Indonesia. Besarnya skala program tentu menuntut tata kelola yang baik agar kepercayaan publik tetapterjaga. Di sinilah pemerintah menunjukkan komitmennya terhadap transparansi. Alih-alihmenutup informasi, pengelola MBG justru mendorong keterbukaan dalam berbagai aspek, mulaidari pengadaan bahan makanan, komposisi menu, hingga penggunaan anggaran. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menekankan bahwa transparansimenjadi fondasi penting dalam penyelenggaraan program MBG. Ia mendorong seluruh dapurSPPG untuk mempublikasikan menu harian melalui media sosial atau saluran komunikasi publiklainnya. Langkah ini bertujuan agar masyarakat dapat melihat langsung jenis makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat, sekaligus memastikan bahwa standar gizi yang ditetapkan pemerintah benar-benar diterapkan di lapangan. Menurutnya, keterbukaan informasiini merupakan bagian dari upaya membangun kepercayaan publik serta memastikan program berjalan secara akuntabel. Pendekatan transparansi tersebut juga memperlihatkan bahwa pemerintah tidak alergi terhadappengawasan publik. Dengan membuka informasi menu dan aktivitas dapur MBG secara rutin, masyarakat dapat ikut mengawasi kualitas program....
- Advertisement -

Baca berita yang ini