Senapan Type 88, Senjata Pembunuh untuk Mengawal Kim Jong-un

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Berbagai teknologi senjata peninggalan Uni Soviet dikembangkan dan diproduksi oleh Korea Utara. Salah satunya yang paling terkenal adalah senapan Type 88.

Menurut media AS, National Interest, senapan Type 88 adalah senjata kebanggaan Korea Utara. Senapan ini kerap dipamerkan dalam parade militer korut, digunakan para operasi khusus tentara dan kini dibawa oleh para pengawal Kim Jong-un.

Senapan Type 88 Korut serupa dengan AK-74 era Uni Soviet namun dengan popor yang lebih pendek. Salah satu perbedaan yang mencolok adalah senjata ini memiliki magasin berbentuk tabung. Magasin ini disebut mampu menampung hingga 150 peluru di dalamnya, tiga kali lipat dibanding AK-74 biasa.

Dengan magasin yang besar, Type 88 menjadi berat. Magasinnya saja memiliki berat hingga 1,6 kilogram, sedangkan berat senjata Type 88 diperkirakan memiliki bobot hingga 5 kg.

Diketahui, nama 88 sendiri diperkirakan diambil dari tahun pembuatan senapan tersebut 1988. Walau mengadopsi AK-74, namun Type 88 tidak mengadopsi bagiannya yang menggunakan kayu. Type 88 lebih modern dengan warna hitam, mirip senapan Daewoo K2 milik Korea Selatan atau Karabin M4AI milik Amerika Serikat.

Karena ambruknya perekonomian Korut karena sanksi dan embargo, Type 88 diperkirakan tak diproduksi massal untuk ekspor seperti senapan mereka lainnya Type 58 yang mengadopsi AK-47 dan Type 68 yang mengadopsi AKM.

Diperkirakan Korut memproduksi 200 ribu senapan Type 88 untuk operasi pasukan khusus, termasuk tentara, sniper, unit pertahanan udara, hingga brigade infanteri, hingga pengawal Kim Jong-un.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG Dikawal Para Ahli, Masa Depan Gizi Anak Makin Terjamin

Oleh: Alexander Royce*)Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi salah satu kebijakan strategispemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Di tengahberbagai tantangan pembangunan, mulai dari stunting, kesenjangan akses panganbergizi, hingga kebutuhan peningkatan kualitas generasi muda menuju Indonesia Emas 2045, kehadiran MBG menunjukkan komitmen negara untuk memastikan setiap anakIndonesia mendapatkan hak yang sama atas asupan gizi yang berkualitas. Pemerintahterus memperkuat tata kelola dan pengawasannya dengan melibatkan para ahli gizi, tenaga kesehatan, akademisi, hingga berbagai pemangku kepentingan agar manfaatnya semakin optimal dan tepat sasaran.Dukungan terhadap MBG juga datang dari kalangan akademisi dan praktisi gizi. Ahli Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) sekaligus Dewan Pengurus Pusat Himpunan Alumni IPB Departemen Gizi, Lesda Lybaws, menilai program MBG merupakan langkah yang efektif untuk memutus rantai stunting...
- Advertisement -

Baca berita yang ini