Ikuti Cara Jokowi Hindari Virus Corona, Cukup Minum Racikan Ini

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTAP-Virus corona sudah mulai masuk ke Indonesia, dua orang warga Depok terpapar virus mematikan ini. Untuk itu masyarakat diminta waspada dan selalu menjaga kesehatan, dengan minum vitamin dan mencuci tangan setelah beraktivitas diluar.

Tak hanya itu, ternyata ada minuman herbal yang bisa mencegah penularan virus corona. Berdasarkan, Prof.Dr.drh. Chaerul Anwar Nidom, MS seorang peneliti dari universitas Airlangga yang juga pernah menangani kasus flu burung di Indonesia mengatakan bahwa untuk mencegah virus corona, bisa mengkonsumsi makanan yang mengandung curcumin dimana zat curcumin ini terdapat pada jahe, temulawak, kunyit, sereh dll.

Membaca ulasan singkat diatas jadi teringat akan kebiasaan Bapak Presiden Joko Widodo, yang setiap paginya minum jamu dengan bahan seperti yang disebutkan dalam artikel tersebut.

Dalam video singkat yang pernah dibagikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) membeberkan racikan minuman yang ia nikmati tiap pagi. Ada kunyit hingga temulawak yang jadi bahannya.

Ayah tiga anak itu rupanya terbiasa minum racikan minuman sehat sebelum bekerja. “Pagi hari ini saya akan memulai aktivitas kantor tapi ini masih di rumah, di Istana Bogor. Biasanya saya kalau pagi itu sebelum beraktivitas minum jamu,” ujar Jokowi.

Jamu yang ia maksud merupakan campuran rempah-rempah sehat. Ada temulawak, jahe, dan kunyit yang jadi bahan utama. Semua rempah itu ditumbuk atau dirajang-rajang.

“Kemudian diseduh air panas, disaring kemudian diminum,” jelas Jokowi soal cara pembuatan jamu yang sudah ia minum sejak 18 tahun lalu ini.

 

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dana Hasil Penertiban Kawasan Hutan Jadi Bukti Nyata Penegakan Hukum Pemerintah

Oleh: Alvin Sato )*Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuatpenegakan hukum dan penyelamatan aset negara melalui langkahkonkret penertiban kawasan hutan. Hal itu tercermin dari penyerahandana hasil penertiban kawasan hutan senilai Rp10,27 triliun kepadanegara yang disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Gedung Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta. Momentum penyerahan ini sekaligus menjadi simbol kuat bahwa upayapenegakan hukum pemerintah kini semakin berorientasi pada hasil nyatayang dapat dirasakan masyarakat.Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwaagenda penyerahan dana hasil penertiban kawasan hutan bukan sekadarseremoni. Kepala Negara memandang masyarakat saat ini menginginkanbukti konkret dari kerja pemerintah, terutama dalam upaya menjagakekayaan negara dan menindak berbagai pelanggaran di sektor sumberdaya alam. Presiden menilai transparansi dan akuntabilitas menjadibagian penting agar masyarakat dapat melihat langsung hasil daripenegakan hukum yang dilakukan negara.Menurut Presiden, dana triliunan rupiah yang berhasil diselamatkantersebut menunjukkan bahwa pemerintah serius memastikan aset negara tidak lagi bocor akibat praktik ilegal maupun penyalahgunaan kawasanhutan. Ia juga menyinggung bahwa masyarakat sudah terlalu lama disuguhi berbagai pidato tanpa hasil nyata, sehingga pemerintah saat iniberupaya menghadirkan bukti langsung melalui pengembalian aset dan penyelamatan keuangan negara.Presiden Prabowo turut mengungkapkan adanya potensi tambahanpengembalian aset negara pada bulan berikutnya dengan nilai mencapaiRp11 triliun. Hal itu memperlihatkan bahwa upaya penertiban kawasanhutan tidak berhenti pada satu tahap, melainkan terus berlanjut sebagaibagian dari strategi nasional dalam memperbaiki tata kelola sumber dayaalam Indonesia.Selain penyerahan dana, pemerintah juga berhasil menguasai kembalikawasan hutan seluas lebih dari 2,3 juta hektare. Pengembalian lahantersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam menjaga kedaulatannegara atas kawasan hutan yang selama bertahun-tahun mengalamiberbagai bentuk pelanggaran, mulai dari penguasaan lahan ilegal hinggapenyalahgunaan izin usaha.Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan bahwa dana Rp10,27 triliunyang dipamerkan dalam kegiatan Satgas Penertiban Kawasan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini