Waspadalah Ole, Allegri Pelan-pelan Merapat ke MU

Baca Juga

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL - Lama menganggur, Massimiliano Allegri menyampaikan pernyataan yang mengejutkan. Ia berharap dapat melatih raksasa Liga Inggris, Manchester United.

Sebelumnya, Allegri dipecat oleh manajemen Juventus karena konflik internal di tubuh klub. Bersama Juventus, Allegri mempersembahkan lima scudetto dan dua kali runner-up Liga Champions untuk klub kota Turin tersebut.

Mengutip FourFourTwo, pelatih 57 tahun itu sebelumnya sempat diisukan merapat ke Arsenal. Namun, ia menyampaikan bahwa keinginan terbesarnya saat ini adalah melatih Manchester United.

Masalahnya, MU saat ini masih ditukangi Ole Gunnar Solskjaer. Bersama Ole, MU mengalami masa-masa pasang-surut performa, dan tengah tertahan di posisi kelima klasemen sementara Liga Inggris dengan selisih 27 poin dari saingan abadinya, Liverpool.

MU pun kalah dari City 1-3 pada Semifinal Leg pertama di Piala Carabao yang berlangsung di Old Trafford. Pelatih asal Norwegia itu menyebut laga tersebut merupakan penampilan yang terburuk MU musim ini.

Allegri berharap ia masuk dalam opsi bilamana MU memutuskan kontrak dengan Solskjaer. Namun, sepertinya Allegri harus bersaing dengan eks pelatih Tottenham Hotspur, Mauro Pochettino.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini