Minat Jadi Jubir KPK? Kuy, Siap-siap Daftar Yah!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah memburu sosok-sosok yang layak untuk mengisi enam jabatan struktural di lembaga tersebut, termasuk juru bicara alias jubir.

Selama ini, Jubir KPK diambil alih oleh Febri Diansyah yang merangkap Kabiro Humas. Namun, menurut Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron, rangkap jabatan itu tidak tepat.

“Sesungguhnya belum ada jubir khususnya. Biro humas yang merangkap Jubir. Ke depan ‎semua struktur akan kita lengkapi,” kata Ghufron di Jakarta, Senin 23 Desember 2019.

Seperti diketahui, KPK periode 2019-2023 telah dilantik Presiden Joko Widodo pada Jumat 20 Desember 2019 di Istana Negara. KPK periode baru ini dipimpin Firli Bahuri sebagai ketua, menggantikan era Agus Rahardjo.

Selain Firli, anggota KPK lainnya adalah Alexander Marwata, Lili Pintauli Siregar, Nawawi Pomolango, dan Nurul Ghufron.

Kelimanya lalu membaca sumpah dan janji pimpinan KPK 2019-2023 di hadapan Presiden Jokowi. Prosesi ini bersamaan dengan pelantikan Dewan Pengawas KPK.

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini