Dear Polairud, Pesan Kapolri: Jaga Kesehatan dan Keluarga

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Jajaran Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) merayakan HUT ke-69 hari ini, Rabu 4 Desember 2019. Di usianya sekarang ini, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis meminta agar jajarannya senantiasa menjaga kehormatan institusi Polri dengan tidak melanggar aturan.

Ia pun tak lupa berpesan agar personel Polairud dalam menjalankan tugas tak lupa untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga.

“Jaga kesehatan pribadi dan keluarga serta niatkan setiap pelaksanaan tugas sebagai ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa dan kalian laksanakanlah dengan tulus dan ikhlas,” kata Idham di Mako Ditpoludara, Tangerang Selatan, Banten, Rabu 4 Desember 2019.

Idham pun meminta korps Polairud turut menjaga sinergitas dan soliditas bersama dengan TNI, Bakamla, Bea Cukai dan pemangku kepentingan lainnya.

Mantan Kapolda Metro Jaya itu pun mengingatkan agar jajaran Polairud selalu siaga. “Terus pelihara kesiapsiagaan personel sehingga kalian mampu digerakkan setiap saat apabila ada hal-hal yang sifatnya kontinjensi,” katanya.

Pada kesempatan itu, pihaknya meminta agar jajarannya tak segan untuk berinovasi dan membuat terobosan untuk mengembangkan Korpolairud menjadi lebih baik lagi.

Sebagai informasi, Korps Polisi Perairan dan Udara berdiri sejak 1 Desember 1950. HUT Polairud ke-69 pada tahun ini mengusung tema “SDM Unggul dengan Almatsus Modern, Korpolairud Baharkam Polri Siap Menjaga Stabilitas Keamanan Dalam Negeri,” kata dia.

Hingga kini, Polairud memiliki total anggota 7.830 orang dengan rincian 2.442 anggota Mabes ditambah 5.388 anggota Polda dan Satpolair Polres.

Jumlah kapal yang dimiliki Korpolairud sebanyak 610 unit yang terdiri dari 76 unit milik Mabes dan 513 unit tersebar di Polda dan Satpolair Polres.

Korps baju biru itu juga tercatat memiliki pesawat udara yang terdiri dari 9 unit fixed wings dan 46 unit rotary.

Inovasi yang dikembangkan Korpolairud tahun 2018-2019 adalah airudku, sebuah aplikasi berbasis android mengenai layanan pengaduan masyarakat maritim.

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini