Buntut Ditangkapnya Ketum PPP, Ruangan Menteri Agama Disegel

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyegel ruangan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin dan sejumlah ruangan lainnya di kantor Kementerian Agama Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Diduga, penyegelan tersebut adalah buntut dari tertangkap tangannya Ketua Umum PPP Romahurmuziy pada Jumat 15 Maret 2019 di Surabaya.

“Iya disegel tadi jelang maghrib. Ada petugas KPK yang datang meminta izin untuk penyegelan,” kata Kabiro Humas Data Informasi Kemenag, Mastuki.

Dalam kasus OTT tersebut, KPK saat ini sudah mengamankan lima orang lainnya selain Romahurmuziy. Kabarnya, mereka sudah sampai di Gedung KPK pada malam ini.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah mengatakan, keenam orang tersebut terdiri dari penyelenggara negara, anggota DPR RI, pejabat Kementerian Agama (Kemenag), dan pihak swasta.

OTT tersebut diduga terkait dengan kasus jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama. Dalam operasi tersebut, KPK juga mengamankan sejumlah uang yang diduga akan dipakai untuk bertransaksi.

KPK memiliki waktu 1 x 24 jam usai penangkapan guna memastikan status hukum pihak-pihak yang diamankan dalam OTT. Mereka yang ditetapkan sebagai tersangka biasanya akan langsung menjalani penahanan. 

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini