Viral Foto ‘Panas’ Alexandra Gottardo dan Zack Lee, Ini Faktanya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Foto panas antara Alexandra Gottardo dan Zack Lee menjadi perbincangan publik. Ternyata foto diambil dari salah satu adegan dalam serial HBO Asia ‘Grisse”.

Dalam serial tersebut, keduanya begitu total dalam melakoni adegan 18+ yang ceritanya bertemakan tentang sejarah itu. Adegan yang dilakukan oleh Alexandra memang dinilai cukup berani. Tubuhnya terekspos ketika adegan dirinya diperkosa oleh Zack Lee. Bahkan, payudaranya sempat beberapa kali terlihat.

Saat promo serial Grisse, ia sempat menanggapi adegan panas itu. Alexandra mengaku tetap merasa gugup meski lawan mainnya adalah sahabat sendiri.

“Pengalaman paling besar dan yang cukup untuk menantang, walaupun dengan sahabat sendiri, yaitu beradegan yang luar biasa bikin deg-degan, we have sex scene,” ujar Alexandra.

“Prosesnya awalnya senang saja enggak apa-apa, lebih bagus sama sahabat sendiri daripada sama orang lain. (Tapi) ternyata makin ke sini, berat juga soalnya saya kenal sama mantan istrinya (Nafa Urbach),” ungkapnya lagi.

Sebagai informasi, serial bertajuk Grisse mengambil latar pertengahan 1800-an di era kolonial Hindia Belanda. Grisse menceritakan kisah sekelompok masyarakat dalam penindasan yang memberontak melawan gubernur bengis. Mereka berhasil mengambil alih kendali di markas tentara Belanda bernama Grisse

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini