24 Ribu TNI-Polri Amankan Pelantikan Anggota DPR

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-24.870 aparat gabungan terdiri dari unsur TNI-Polri, Pemprov DKI Jakarta serta Pamdal disiagakan untuk pengamanan pelantikan anggota DPR periode 2019-2024.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan jumlah itu terdiri dari Polri 16.400 personel dan TNI 7.800 personel, dari Pemda 570 personel dan Pamdal DPR 100 personel.

Sebanyak 16.400 prajurit Bhayangkara tersebut merupakan anggota Polda Metro Jaya, Brimob dan Sabhara Nusantara yang dikerahkan oleh Mabes Polri. “Gabungan dari Polda Metro Jaya, Brimob dan Sabhara Nusantara,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan belum mempersiapkan jadwal rekayasa lalu lintas. Argo menyebut pengalihan arus saat pelantikan anggota dewas bersifat situasional.

Untuk diketahui hari ini anggota MPR/DPR periode 2019-2024 bakal dilantik. Pelantikan digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Sebelumnya para calon anggota telah mengikuti pembekalan Empat Pilar yang diselenggarakan MPR.

Berdasarkan agenda resmi, acara pelantikan dimulai pukul 10.00 WIB. Mereka akan diambil sumpah atau janji untuk mengemban tugas selama 5 tahun ke depan.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini