Mata Indonesia, JAKARTA – Pemerintah menegaskan bahwa penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akibat sentimen Morgan Stanley Capital International (MSCI) tidak secara langsung menunjukkan memburuknya fundamental ekonomi Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan kondisi ekonomi nasional masih kuat. Pemerintah bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mengupayakan perbaikan pasar modal untuk menjaga kepercayaan investor.
Gejolak pasar terjadi setelah MSCI mempertimbangkan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. Gejolak pasar tercermin dari koreksi IHSG yang memicu penghentian perdagangan sementara, di tengah tekanan nilai tukar rupiah. Pemerintah dan otoritas terkait terus mencermati dinamika tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasar keuangan.
Airlangga menjelaskan bahwa pengumuman MSCI disampaikan lebih awal daripada perkiraan sebelumnya sehingga memengaruhi respons pelaku pasar. Ia mengingatkan investor agar mampu membedakan gejolak akibat sentimen dengan kondisi ekonomi nasional yang sesungguhnya.
“Pada dasarnya, fundamental ekonomi Indonesia masih kuat. Tekanan yang terjadi saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen di pasar keuangan,” ujar Airlangga.
Airlangga meminta penjelasan lebih lanjut mengenai dasar penilaian dan tahapan reformasi yang disampaikan MSCI agar tindak lanjut dapat dilakukan secara terarah dan terukur.
“Kami berharap para investor bisa melihat secara jelas perbedaan antara pengaruh sentimen pasar dan kekuatan fundamental ekonomi Indonesia,” katanya.
Airlangga menyebut MSCI memberikan tenggat tindak lanjut pada April dan Juni 2027. Pemerintah akan mengevaluasi berbagai masukan, khususnya mengenai pelaksanaan regulasi dan percepatan pembenahan pasar modal. Menurutnya, pemerintah bersama otoritas pasar modal akan melanjutkan reformasi melalui tahapan yang jelas dan indikator kemajuan yang terukur.
“Pembenahan harus dilaksanakan secara konsisten dan perkembangannya perlu terlihat, baik oleh investor domestik maupun investor asing,” ungkap Airlangga.
Pemerintah juga akan berkoordinasi dengan BEI untuk mempercepat langkah perbaikan. Airlangga menyampaikan bahwa pemerintah akan melanjutkan komunikasi dengan MSCI untuk memperjelas berbagai masukan dan memastikan proses reformasi pasar modal berjalan konstruktif.
Di sisi lain, OJK menghormati penilaian MSCI dan terus menindaklanjuti masukan yang disampaikan. OJK melanjutkan penguatan transparansi dan tata kelola pasar modal melalui keterbukaan kepemilikan saham, perincian klasifikasi investor, pengumuman HSC, serta kebijakan free float sesuai ketentuan yang berlaku.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi optimistis pasar modal Indonesia masih memiliki prospek positif.
“Kami menilai pasar modal nasional tetap menarik karena ditopang fundamental ekonomi yang terjaga, jumlah investor yang bertambah, valuasi saham yang kompetitif, serta kinerja emiten yang secara umum masih baik,” kata Friderica.
Pemerintah dan otoritas terkait diharapkan terus memperkuat transparansi, mempercepat reformasi, dan memberikan kepastian kepada investor. Upaya tersebut menjadi langkah penting untuk menjaga kepercayaan pasar serta mendukung pemulihan IHSG secara berkelanjutan.

